Tips Memilih Rumah Sakit Bersalin

By Febi Purnamasari | Published 24th April 2018

Calon Ayah dan Ibu sebaiknya mulai hunting rumah sakit bersalin sejak awal kehamilan (Dok. Pixabay)

Tak perlu menunggu trimester tiga untuk hunting rumah sakit bersalin. Calon Ayah dan Ibu bisa melakukannya sejak awal kehamilan, lho. Tujuannya agar calon Ibu dapat lebih akrab dan nyaman dengan suasana rumah sakit tersebut. Dengan begitu, ia dapat lebih rileks menjalani proses persalinan. Berikut tips memilih rumah sakit bersalin yang telah Parentalk rangkum untuk kamu.

Ada tenaga kesehatan kepercayaan

“Praktik di mana aja, Dok?”

Selain seputar kehamilan, hal di atas perlu kamu tanyakan kepada dokter kandungan kepercayaanmu. Mintalah pendapatnya tentang rumah sakit yang ia rekomendasikan untuk bersalin. Kalau pengalaman saya dulu, dokter kandungan menyarankan salah satu rumah sakit tempat ia bertugas.

“Di rumah sakit ini saja, lebih tenang dan nyaman,” kata dr. Sudirmanto, SpOG saat saya dan suami kontrol kehamilan di klinik bilangan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Saya beserta suami pun mengikuti sarannya dan kami berdua puas dengan pelayanan rumah sakit tersebut.

Kepada dokter kandungan, kamu juga bisa minta rekomendasi dokter spesialis anak di rumah sakit tujuan. Informasi ini penting karena ialah yang akan menangani si kecil setelah lahir nanti.

Berbekal nama tersebut, kamu bisa mencari tahu rekam jejak dokter bersangkutan. Misal, dengan bertanya pada saudara/kerabat yang pernah ditangani oleh sang dokter. Belum juga menemukan jawaban? Kamu bisa mencari testimoni tentangnya di forum-forum kehamilan atau parenting di internet.

Kalau mau lebih niat lagi, kamu bisa iseng datang ke poli anak tempat dokter tersebut praktik. Tanyakan kepada orang tua pasien lebih jauh tentang penanganannya selama ini.

Poin ini perlu kamu pertimbangkan. Soalnya, isu kepercayaan terhadap tenaga kesehatan yang menangani dapat berpengaruh terhadap psikologismu selama persalinan dan postpartum.

Lokasi dekat dengan rumah

Idealnya, waktu tempuh menuju rumah sakit bersalin kurang dari 30 menit. Semakin dekat justru semakin baik. Poin ini menjadi sangat penting bila bumil kerap menghadapi masalah kehamilan. Belum lagi, kalau calon ibu pecah ketuban saat masih di rumah. Rasanya ingin tiba di rumah sakit sesegera mungkin, bukan?

Jarak rumah sakit yang dekat dengan rumah juga akan meringankan mobilitas pendamping persalinan. Misalnya, saat ada barang penting yang lupa dibawa, suami dapat segera mengambilnya.

Calon Ayah dan Ibu sebaiknya mulai hunting rumah sakit bersalin sejak awal kehamilan (Dok. Pixabay)

Fasilitas lengkap

Mulai dari ruang operasi, inkubator bayi, sampai fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Bumil yang berisiko melahirkan bayi prematur atau memiliki komplikasi kehamilan lainnya perlu mempertimbangkan ketersediaan ketiganya.

Rumah sakit umum (RSU) biasanya memiliki fasilitas NICU, sementara hanya beberapa rumah sakit ibu dan anak (RSIA) yang memilikinya. NICU sangat penting bagi bayi dengan gangguan kesehatan yang berisiko menyebabkan hambatan atau gagal pernapasan.

Masih ada poin-poin lainnya yang perlu kamu pertimbangkan dalam memilih rumah sakit bersalin. Selengkapnya dalam artikel Mencari Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak.

Referensi: 9 Bulan yang Menakjubkan oleh Bonny D. Hall, dkk.

(Febi/Dok. Pixabay)

Share This: