White Noise yang Menenangkan Bayi

By Febi Purnamasari | Published 21st December 2018

Bukan sembarang white noise yang bisa digunakan untuk menyamankan Si Kecil karena ada dua jenisnya (Dok. Shutterstock)

Pernahkah kamu berdesis “shhh” untuk menenangkan bayi yang rewel? Saya sih, sering refleks melakukannya. Ternyata, cara tersebut terbukti ampuh karena tergolong white noise, lho. White noise adalah sembarang suara yang memiliki intensitas sama sepanjang rentang frekuensi yang dapat didengar (20 hingga 20.000 hertz).

Ayah atau Ibu pasti pernah mendapati Si Kecil mudah sekali terbangun atau sulit ditenangkan karena mendapatkan terlalu banyak stimulasi. Sebut saja, suasana yang terlalu berisik atau ramai. Nah, kita bisa menggunakan white noise yang menenangkan bayi.

Namun, bukan sembarang white noise yang bisa digunakan untuk menyamankan Si Kecil karena ada dua jenisnya.

Pilih white noise yang tepat

White noise bernada tinggi seperti sirene, alarm, dan teriakan memang bagus untuk menarik perhatian dan meredakan tangisan bayi. Namun di sisi lain, suaranya justru dapat menyulitkan, bahkan mengganggu tidur Si Kecil.

Jenis lainnya, white noise bernada rendah yang kurang efektif menarik perhatian, tapi ampuh untuk membuat bayi ataupun orang dewasa tertidur lelap. Misalnya, suara monoton dari kipas angin, vacuum cleaner, dan pengering rambut. White noise jenis ini dapat pula berasal dari suara-suara alami seperti rintik-rintik hujan, deburan ombak, dan lainnya.

Sebenarnya, orang tua kita telah menggunakan white noise ini sejak lama untuk menenangkan bayi. Seperti contoh yang telah saya sebutkan sebelumnya, yaitu dengan refleks mendesis “shhh” ketika bayi menangis. Saat ia mulai tertidur, suara direndahkan secara bertahap

Bayi tumbuh di rahim dengan white noise

Metode white noise untuk menenangkan bayi merupakan bagian dari konsep “trimester keempat” yang diperkenalkan Dr. Harvey Karp, penulis The Happiest Baby on the Block yang juga seorang dokter anak.

Menurutnya, trimester keempat adalah tiga bulan pertama kehidupan bayi. Orang tua pun disarankan untuk menjadi ‘rahim berjalan’ pada masa itu sehingga membantu Si Kecil beradaptasi dengan dunia luar, salah satunya dengan menghadirkan white noise.

Soalnya, di dalam rahim, bayi kerap mendengarkan white noise dalam tubuh ibunya. Mulai dari detak jantung sampai suara gemuruh rahim yang menjadi lebih lembut karena terfilter oleh dindingnya juga cairan ketuban.

Alasan white noise penting

White noise dianggap ampuh menyamarkan kebisingan sehingga dapat menenangkan bayi yang tengah rewel. Selain itu, white noise dapat membuat tidur bayi lebih baik, lho.

Meski bayi kamu tergolong anteng, menurut Dr. Karp, ia tetap membutuhkan white noise. Ini karena bayi-bayi muda rentan mengalami sensasi ‘terjatuh’ pada trimester empat yang dipengaruhi berbagai faktor sebagai berikut.

    • Refleks menenangkan berangsur hilang.
    • Bayi mulai suka bergaul dan terbangun ketika mereka mendengar sedikit kebisingan di tengah tidurnya.
    • Bayi sudah tidak dibedong lagi.
  • Bayi mulai tumbuh gigi.

Faktor-faktor ini bahkan dapat memicu gangguan tidur pada bayi, namun orang tua dapat mencegahnya dengan menggunakan white noise yang tepat. Bila penggunaan white noise dibiasakan dalam beberapa minggu, Si Kecil akan mulai menghubungkan suara-suara tersebut dengan kenikmatan tidur.

“Ah, aku tahu suara ini… Sekarang aku bisa tidur dengan nyenyaknya.”

Untuk mengetahui trik menggunakan white noise yang tepat serta hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua, simak juga artikel Suara Kipas Angin Dapat Membuat Bayi Mengantuk.

Referensi:

    • Artikel “Common White Noise Mistakes to Avoid” pada Happiest Baby
  • What Is White Noise?” pada Live Science

(Febi/ Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.