Tantangan Memiliki Anak Berusia Berdekatan

By Febi Purnamasari | Published 6th March 2018

Mengasuh anak usia berdekatan

Selain punya sejumlah keuntungan tersendiri, pengalaman memiliki anak berusia berdekatan juga banyak tantangannya. Seperti saya yang memiliki dua balita dengan jarak usia 15 bulan saja. Meski begitu, bila Ayah dan Ibu menikmati hari-hari bersama mereka, akan ada banyak cerita lucu dan unik yang membuat hidup kalian lebih berwarna.

Sering menghadapi tangisan dua anak bersamaan

Saat tidur, salah satu anak menangis lalu membangunkan anak lainnya. Bisa juga, ketika si bungsu menyusu dengan Ibu, kakaknya iri hati, menangis, dan terkadang sampai menyakiti adik. Keduanya pun menangis bersamaan. Pemandangan seperti ini akan terjadi hampir setiap hari. Alih-alih terbebani, terkadang situasi tersebut membuat saya tertawa dalam hati sembari mencari bantuan terdekat.

Waktu bermesraan terbatas

Saat anak yang satu tidur, anak lainnya terjaga. Begitu saja seterusnya. Apalagi di bulan-bulan pertama si bungsu lahir, waktu untuk kencan dengan pasangan tak seleluasa dulu. Belum lagi, aktivitas seksual yang bakal sering terinterupsi. Lagi ‘panas-panasnya,’ salah satu anak bangun minta menyusu. Tak jarang disusul tangisan anak lain karena tidurnya terganggu. Tetap semangat ya, Ayah dan Ibu! Pengertian satu sama lain menjadi sangat penting di masa-masa ini dan akan memperkuat hubungan kalian.

Bersiap dengan sibling rivalry

Si kakak yang berusia balita akan sering menunjukkan kecemburuan terhadap adik bayi. Saat inilah orang tua mesti waspada dan sigap karena anak balita sering melancarkan gerakan tak terduga yang dapat menyakiti si bungsu. Misal, mula-mula kakak membelai dan mencium adiknya. Selang berapa detik kemudian, si adik terkena pukulan kakak tanpa alasan.

Belum lagi, ketika anak bungsu sudah menginjak usia setahun, mainannya bakal sering direbut kakaknya yang belum memahami konsep kepemilikan. Hal ini juga berlaku pada sesi menyusu saat si kakak menolak mentah-mentah tandem nursing dengan adiknya. Ini karena balita memang belum bisa berbagi sebelum ia berusia 3-4 tahun.

Untuk mengurangi persaingan antarsaudara, kedua orang tua harus aktif terlibat. Ayah bertugas mendampingi kakak yang tengah membutuhkan perhatian ekstra agar Ibu bisa lebih fokus merawat adik yang sedang membutuhkan banyak nutrisi.

Pengeluaran bertambah

Meski di satu sisi belanja perlengkapan bayi dapat lebih hemat, pengeluaran tentu saja semakin besar dengan bertambahnya anak. Mulai dari biaya popok, pengasuh, susu, makanan, vaksinasi, konsultasi dokter, dan sebagainya. Belum lagi, kalau sudah tiba masanya sekolah….dan kuliah! Karena itulah, penting bagi Ayah dan Ibu untuk menabung maupun berinvestasi dari sekarang.

Bakal jadi memori indah dan lucu

Meski begitu, Parentalk percaya dengan pepatah lama, kok. Makin banyak anak, makin banyak rezeki! Semoga rezeki Ayah dan Ibu lancar terus, ya!

Kenangan ‘seru’ ini bakal bikin kamu dan pasangan senyum-senyum berdua kelak saat buah hati sudah sibuk dengan dunianya masing-masing. Jadi, nikmatilah tiap momennya.

Sesekali boleh juga, lho, kalian berangan-angan tentang indahnya masa tua ketika anak-anak telah hidup mandiri. Kamu pun bisa bertanya ke pasangan, “Mau berpetualang ke mana kita, Yah/Bu?”

Referensi: What To Expect The Second Year oleh Heidi Murkoff dan Sharon Mazel

(Febi/ Dok. Pixabay)

Share This: