Pos Pengeluaran Prioritas yang Berkaitan dengan Anak

By Febi Purnamasari | Published 2nd October 2018

Ada saja biaya-biaya tak terduga saat anak sehat maupun sakit (Dok. Shutterstock)

Biaya merawat anak itu besar, setuju? Semua orang tua tentu menginginkan buah hati tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Maka tak heran, ada saja biaya-biaya tak terduga saat anak sehat maupun sakit.

Ayah dan Ibu pun perlu pintar-pintar mengelola arus kas. Dengan begitu, kondisi keuangan keluarga tetap aman terkendali meski biaya mengurus anak terus merangkak, sementara pendapatan masih segitu-segitu aja.

Karena itulah, pengalokasian pos pengeluaran prioritas yang berkaitan dengan anak penting dilakukan dalam merencanakan keuangan maupun mengelola arus kas. Misal, ketika memperoleh pemasukan, kamu langsung membuat anggaran untuk biaya hidup anak dan assurance.

Biaya hidup

Biaya-biaya hidup yang berkenaan dengan anak, antara lain sebaga berikut.

  • Penunjang kegiatan menyusui
  • Makanan sehari-hari
  • Perlengkapan mandi
  • Imunisasi
  • Konsultasi dokter anak
  • Suplemen (zat besi, vitamin, dan sebagainya)
  • Pakaian
  • Susu UHT atau formula
  • Popok
  • Gaji pengasuh anak
  • Biaya daycare
  • Iuran pendidikan (jika anak sudah sekolah)
  • Transportasi antar dan jemput anak sekolah

Menurut Konsultan Keuangan Prita Ghozie, besaran biaya hidup sebaiknya dialokasikan 30% dari pendapatan.

Assurance

Assurance ini mencakup dana darurat dan asuransi. Idealnya, alokasi assurance adalah 10% dari pendapatan.

Dana darurat

Sesuai namanya, dana darurat penting untuk situasi-situasi di luar kelaziman. Termasuk biaya pengobatan anak yang tidak dapat ditunda karena sakit, pengobatan kecelakaan, atau orang tua kehilangan pekerjaan.

Prita Ghozie berpendapat, rumus untuk menghitung jumlah dana darurat yang perlu siaga bagi pasangan yang memiliki anak adalah 12 x pengeluaran rutin bulanan. Dengan asumsi, kalau sampai terjadi apa-apa pada kehidupan kita, anak masih berkesempatan menuntaskan tahun ajaran sekolah yang berjalan setidaknya selama setahun. Dengan harapan, ia dapat pindah sekolah kemudian di tahun ajaran baru.

Selain itu, dana darurat harus mudah dicairkan dan diakses. Karena itulah, dana darurat sebaiknya berupa uang tunai. Kalau nominal dana darurat dalam bentuk tunai sudah aman, Ayah dan Ibu boleh berinvestasi dalam bentuk logam mulia.

Asuransi kesehatan anak

Setiap keluarga perlu memiliki kesadaran untuk mempersiapkan asuransi kesehatan walau anak dalam kondisi sehat. Situasi-situasi yang tidak terduga dapat terjadi kapan saja dan kita sebenarnya bisa mengantisipasinya lebih awal.

Asuransi kesehatan dapat dibayarkan tahunan maupun bulanan. Kalau memang mau membayar asuransi tahunan, Ayah dan Ibu dapat mengalokasikannya dari pendapatan tahunan. Namun, jika dibayarkan per bulan, asuransi masuk ke pos pengeluaran bulanan.

Bagaimana dengan asuransi jiwa untuk anak? Pada prinsipnya, asuransi jiwa bertujuan memberikan perlindungan terhadap timbulnya kerugian finansial atau hilangnya pendapatan akibat kematian anggota keluarga (tertanggung). Meski demikian, menurut Praktisi Keuangan Hon Nie, anak-anak belum membutuhkan asuransi jiwa.

“Anak kecil kan bukan pencari nafkah utama keluarga. (Sementara) asuransi jiwa melindungi supaya kalau terjadi apa-apa sama pencari nafkah, keluarga yang ditinggalkan masih punya pegangan. Sedangkan, pada kasus orang tua yang memberikan asuransi jiwa terhadap anaknya kemudian si anak meninggal, hal itu tidak berdampak bagi ayah atau ibunya. Mereka tetap saja bekerja,” jelas Hon Nie kepada Parentalk.

Kasusnya berbeda lagi jika orang tua yang memiliki asuransi jiwa. Ketika orang tua meninggal, keluarga bisa mendapatkan uang pertanggungan untuk hidup juga dana pendidikan anak setelah ia tutup usia.

Tips merencanakan keuangan bagi keluarga milenial

Sudah kenaikan pendapatan irit, biaya hidup makin tinggi saja. Lantas, bagaimana caranya agar keuangan #MilennialParents bisa bertahan?

“Kadang-kadang, hal yang kita inginkan belum tentu kita butuhkan. Misalnya, kita pengen beli stroller. Tapi, belum tentu kita butuh yang harganya seperti stroller-nya Pangeran William. Apakah kita membutuhkan stroller yang sedemikian mahal? Toh, fungsinya sama-sama stroller,” jelas Hon Nie memberikan ilustrasi.

Jadi, kuncinya adalah kita perlu tahu cara membedakan kebutuhan dan keinginan dalam menggunakan pendapatan. Good luck, Parents!

Referensi: artikel “Asuransi Jiwa: Pengertian dan Manfaat yang Diberikan?” pada Cermati

(Febi/Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.