Mitos VS Fakta Menyusui Sebelum dan Sesudah Persalinan

By Febi Purnamasari | Published 9th April 2018

Sebelum persalinan, ibu hamil perlu memahami dulu mitos dan fakta menyusui (Dok. Pixabay)

Sebagai ibu baru yang sedang berjuang menyusui di hari-hari pertama kelahiran si kecil, kamu pasti memiliki banyak sekali pertanyaan.

“Kenapa ASI-ku keluar sedikit sekali? Takut si kecil kelaparan…”

“Ukuran payudaraku kecil. Apakah produksi ASI-nya lebih sedikit?”

“Heeelp! Kenapa putingku selalu sakit saat menyusui?”

Di saat kebingungan dan stres melanda, ada pihak-pihak tertantu yang ngomporin kamu untuk memberikan susu formula meski tanpa indikasi medis. Ibu pun makin murung dan ASI kian mampet. Duh!

Karena itulah, Ibu perlu memahami dulu mitos dan fakta menyusui, bahkan sedari hamil. Kali ini Parentalk membahas mitos VS fakta menyusui sebelum dan sesudah persalinan. Kami merangkumnya dari diskusi bersama dokter sekaligus konselor laktasi, Sarah Audia, juga Buku Pintar ASI dan Menyusui yang ditulis oleh F. B. Monika.

Ups, kolostrum bocor saat masih hamil

Mitos: puting mengeluarkan kolostrum atau cairan berwarna kuning keemasan saat trimester ketiga kehamilan. Itu tandanya, produksi ASI akan lancar di tiga hari pertama pascapersalinan.

Fakta: kedua hal tersebut tidak berkaitan. Kelancaran ASI di tiga hari pertama pascapersalinan dipengaruhi inisiasi menyusu dini (IMD), rawat gabung, dan pelekatan yang benar. Kebocoran kolostrum juga tidak mengindikasikan masalah tertentu.

Pijatan payudara saat hamil

Mitos: supaya produksi ASI lancar, payudara memerlukan pemijatan rutin di trimester ketiga.

Fakta: pemijatan payudara saat hamil dapat merangsang hormon oksitosin yang membuat ASI mengalir di salurannya. Hormon ini juga berperan dalam kontraksi rahim pascamelahirkan yang sangat berguna untuk mengurangi pendarahan dan membantu kondisi rahim ibu. Karena itulah, pijatan payudara justru dapat memicu kontraksi dini pada bumil.

Sebenarnya, payudara ibu hamil tidak memerlukan perawatan khusus. Bila ada kotoran di puting bumil, cukup bersihkan saat mandi atau lap dengan kasa steril dan air hangat.

ASI belum keluar setelah melahirkan

Mitos: ASI belum keluar di tiga hari pertama pascapersalinan wajar, kok.

Fakta: Bayi memang memiliki lemak cokelat yang diwarisi ibu untuk bertahan tiga hari pertama kehidupannya. Namun, ASI semestinya sudah keluar walaupun masih sangat sedikit karena produksinya menyesuaikan dengan ukuran lambung bayi.

Berikut gambaran perbandingan kapasitas lambung bayi dengan beberapa benda.

  • Hari pertama: sebesar buah ceri (5-7 ml atau 1-1,4 sendok teh)
  • Hari kedua: sebesar kacang kenari (22-27 ml)
  • Satu minggu: sebesar buah aprikot (45-60 ml)
  • Satu bulan: sebesar telur ayam besar (80-150 ml)

Untuk memicu produksi ASI, upayakan IMD saat ibu dan anak dalam kondisi baik, rawat gabung, dan pelekatan yang benar. Jangan lupa untuk tanamkan afirmasi positif, “ASI saya cukup.” Bila ASI tak kunjung keluar, segeralah meminta bantuan konselor menyusui.

Selanjutnya kita bahas Mitos VS Fakta Seputar Produksi ASI, yuk!

(Febi/Dok. Pixabay)

Share This: