Mengembalikan Gairah Seksual Seperti Newlywed

By Febi Purnamasari | Published 29th October 2018

Gairah seksualitas yang menurun drastis setelah memiliki anak tak hanya dialami perempuan (Dok. Shutterstock)

Millenial Parents, pernahkah kamu merasa gairah seksual terjun bebas setelah punya anak? Soalnya, saya mengalami kondisi tersebut, nih. Persisnya setelah anak pertama saya lahir, gairah untuk ena-ena tidak ‘seliar’ saat masih berdua dengan pasangan. Pertanyaan saya pun dibenarkan oleh Psikolog Klinis Inez Kristanti. Inez juga mengungkapkan, gairah seksualitas yang menurun drastis setelah memiliki anak tak hanya dialami perempuan, tapi juga pria, lho.

Lalu, mungkinkah kita mengembalikan gairah seksualitas seperti baru menikah dulu? Pertama-tama, kita cari tahu dulu, yuk, hal-hal yang membuat Ayah dan Ibu kurang antusias berhubungan seks di tengah kehadiran Si Kecil.

Dari sisi Ibu

Hal-hal yang mungkin membuat gairah seks perempuan menurun setelah memiliki anak, antara lain sebagai berikut.

  • Tubuh Ibu pasca melahirkan membutuhkan waktu untuk pulih terlebih dahulu.
  • Adanya kekhawatiran bahwa hubungan seks pertama kali setelah melahirkan akan terasa sakit, namun hal ini wajar dirasakan oleh Ibu.
  • Ibu juga mungkin merasa tidak menarik secara fisik seperti dulu lagi. Dengan begitu, perasaan tersebut mempengaruhi minat Ibu untuk melakukan hubungan seksual.
  • Rutinitas mengurus bayi yang baru lahir bisa menjadi pekerjaan yang sangat melelahkan baik secara fisik maupun emosional. Kondisi itu pun membuat seks tidak terlalu menjadi prioritas bagi Ibu.

Dari sisi Ayah

Yup, penurunan libido juga terjadi pada pria setelah memiliki anak, lho. Menurut Inez, beberapa hal bisa menjadi pencetusnya.

  • Ayah khawatir permintaannya untuk melakukan hubungan seksual dapat membuat pasangan merasa sakit atau tidak nyaman.
  • Adanya perasaan kurang nyaman berhubungan seksual dengan kehadiran bayi di sekitar Ayah dan Ibu.

“Tapi, ada juga pria yang justru gairahnya meningkat karena ia merasa tertarik secara seksual dengan perubahan tubuh pasangan pascamelahirkan. Bisa juga ia merasa excited karena kehadiran anak di tengah mereka,” jelas Inez kepada Parentalk.

Aktivitas seksual tidak hanya melibatkan penetrasi, kok

Kebanyakan sih saya mendengar cerita, pihak istri yang merasa gairah seksualnya menurun dibandingkan suami. Lantas, ketika masih khawatir atau terlalu capek melayani permintaan Ayah untuk berhubungan seks, bolehkah Ibu menolak?

“Boleh saja. Justru (pasangan suami istri) memang disarankan untuk menunggu kurang lebih enam minggu setelah melahirkan untuk kembali aktif melakukan sexual intercourse (senggama),” kata Inez yang juga seorang edukator seksual.

Namun Inez menegaskan, tidak melakukan sexual intercourse bukan berarti Ayah dan Ibu tidak melakukan aktivitas seksual sama sekali. Lakukanlah secara bertahap dan tidak perlu langsung melakukan aktivitas seksual yang melibatkan penetrasi. Cobalah aktivitas seksual lebih ringan, misalnya berciuman, membelai, atau seks oral. Biarkanlah tubuhmu terbiasa untuk kembali bergairah saat melakukan aktivitas seksual.

Tapi, jika memang sedang tidak ingin melakukan hubungan seksual, Ibu perlu belajar juga cara menolak yang tepat. Biasakan untuk mengusulkan opsi alternatif di lain waktu. Misalnya, “Aku hari ini capek banget.. Boleh nggak kita melakukannya besok malam?”

Tips mengembalikan gairah seksual seperti pengantin baru

Ternyata, kita bisa, lho, mengembalikan gairah seksual seperti baru menikah dulu. Inez pun membagikan beberapa tipsnya untuk Millennial Parents.

Bicarakan seks dengan pasangan

Jika kamu mengalami penurunan gairah seks, diskusi tentangnya bersama pasangan secara terbuka sangatlah penting. Dengan berdiskusi, kamu juga bisa mendengar ide-ide yang dimiliki oleh pasangan untuk menghidupkan kehidupan seks kalian.

Pertahankan kedekatan fisik

Meski tubuh belum bisa kembali melakukan hubungan seks pada minggu-minggu pertama pascamelahirkan, tetap ingat untuk mempertahankan keintiman fisik dengan pasangan. Contohnya, dengan berpelukan, berpegangan tangan, saling menyentuh, atau berciuman. Jika memungkinkan, usahakanlah untuk merencanakan kencan singkat pada malam hari dengan pasangan saja (misal, setelah anak sudah tidur). Buatlah pasangan merasa kamu masih memikirkan dan menginginkan kedekatan fisik dengannya.

Coba cara-cara kreatif

Setelah melahirkan, mungkin kebiasaan seks yang dilakukan sebelumnya menjadi kurang nyaman atau kurang memuaskan. Inilah saatnya kamu dan pasangan melakukan eksperimen dengan posisi atau jenis-jenis aktivitas seksual lainnya. Dengan begitu, kamu dan pasangan pun bisa memperoleh tingkat kepuasan serupa dengan cara yang mungkin berbeda.

Cari bantuan profesional

Jika hal-hal di atas tidak berhasil mengembalikan kehidupan seksual yang memuaskan dengan pasangan, carilah bantuan profesional. Kunjungi dokter untuk mengetahui ada atau tidaknya halangan fisik dalam melakukan hubungan seksual. Tak kalah penting, kunjungi psikolog untuk mengatasi hambatan-hambatan psikologis dalam berhubungan seksual, ya.

(Febi/Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.