Ketahui Hal Ini Sebelum Berikan Superfood Dalam Mpasi

By Putu Dyah | Published 26th February 2018

Superfood dikenal sebagai makanan kaya nutrisi dan punya banyak manfaat untuk tubuh. Para ibu pun banyak yang menggunakan bahan makanan ini dalam menu mpasi bayi mereka.

Seperti Cindy, ibu dari Kainaira (12 bulan) yang memilih superfood untuk menu makan bayinya. Ia pernah menggunakan bahan-bahan seperti flax seed, sayuran kale serta ikan salmon. Cindy juga memakai ghee dan canola butter buat tambahan lemak.

Awalnya, ia mengetahui tentang makanan ini melalui Instagram @babyfooduniverse. Dari situ Cindy mulai mencari bahan-bahannya di supermarket sekitar ibukota. Ia tetap menjajal makanan super ini, meski harus membayar lebih mahal karena kebanyakan adalah bahan impor.

“Supaya ngasih nutrisi yang terbaik aja buat Kai,” cerita Cindy pada Parentalk. “Kalau soal harga enggak keberatan asal bisa dapat nutrisi yang bagus. Soalnya enggak setiap hari juga kan belinya.”

Penggunaan superfood dalam menu mpasi tentu bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak. Tapi ada hal yang perlu diperhatikan dalam pemberiannya.

Superfood, si makanan kaya nutrisi

Dilansir dari Livesciencesuperfood adalah makanan bernutrisi tinggi yang diyakini bermanfaat buat kesehatan. Kebanyakan sumbernya berasal dari tumbuhan (produk makanan nabati) tapi ada juga yang berasal dari hewan dan produk susu.

Menurut ahli diet Despina Hyde, sebenarnya tidak ada sekelompok makanan khusus yang digolongkan dalam makanan super. Label superfood merupakan strategi marketing untuk produk makanan yang punya manfaat untuk tubuh kita.

Despina menambahkan kalau dalam makanan ini terdapat kandungan vitamin dan mineral dengan dosis besar yang dapat membantu melawan penyakit serta memberi potensi hidup lebih lama. Jadi enggak heran kalau produk makanan super banyak dipilih orang mereka yang menjalani pola hidup sehat.

Pemberian superfood untuk mpasi

Bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan tentu membutuhkan makanan bergizi tinggi untuk tubuhnya. Sementara ukuran perut yang masih kecil, membuat mereka tidak dapat mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak.

Oleh karena itu, superfood dilirik oleh para ibu untuk mengisi kebutuhan bayinya. Sehingga meskipun jumlah yang dimakan tidak banyak, bayi tetap dapat memperoleh asupan nutrisi tinggi lewat makanan tersebut.

Dalam situs Parents, disebutkan macam-macam superfood yang bisa dipilih sebagai mpasi. Untuk sumber karbohidrat di antaranya ubi, oat, quinoa dan pasta. Sumber protein seperti telur, ikan salmon, tuna, kacang polong, daging merah dan ayam.

Kamu juga bisa memberi si kecil buah-buahan bernutrisi tinggi seperti pisang, tomat, alpukat dan butternut squash. Sementara di kelompok sayuran terdapat kale, brokoli dan wortel. Sebagai pelengkap, si kecil juga bisa mengkonsumsi produk susu yang kaya gizi seperti yoghurt dan keju.

Selain itu, kamu dapat memilih makanan super yang ada di sekitar kita (bisa di link ke artikel superfood lokal), seperti pisang, ikan teri dan ubi. Hal ini sesuai dengan prinsip penyediaan mpasi yaitu menggunakan bahan yang mudah dijangkau oleh kita

Konsumsi superfood tidak butuh makanan lain?

Mungkin ada yang beranggapan kalau setelah mengonsumsi makanan berlabel superfood, berarti kebutuhan gizi langsung tercukup tanpa tambahan makanan lain. Tapi menurut konselor laktasi yang juga praktisi baby led weaning dr. Ratih Ayu Wulandari IBCLC, pendapat tersebut tidak tepat.

Dokter Ratih menegaskan, hal yang penting adalah komposisi mpasi tetap harus seimbang. “Tidak ada satu pun bahan oangan yang membuat gizi tercukupi hanya dengan satu makanan itu. Tetap harus ada variasi komposisi. Atur menu empat bintang biar gizinya seimbang,” jelas dokter Ratih.

Hal ini juga ditegaskan oleh ahli diet Despina Hyde. Ia menilai bahwa konsumsi makanan bernutrisi tinggi tentunya baik buat kita dan tumbuh-kembang si kecil.

Tapi kunci utama agar tubuh sehat bukan terus-menerus mengonsumsi sekelompok makanan tertentu. Melainkan dengan memvariasikan makanan bergizi tinggi dalam jumlah yang tepat bagi tubuh kita dan anak-anak, sehingga manfaatnya bisa didapatkan secara optimal.

(Dyah/dok: Pixabay)

Share This: