KB Alami Efektif Enggak Ya Buat Kontrol Kehamilan?

By Putu Dyah | Published 14th August 2018

Pilihan metode KB jadi hal yang ramai dibahas di forum chat Parentalk. Selain metode umum seperti IUD atau pil, muncul bahasan tentang KB alami untuk mencegah kehamilan. Ada ibu yang sukses menjalani KB alami bareng suaminya. Ada yang langsung kebobolan alias hamil lagi, padahal usia anak pertamanya baru beberapa bulan.

“Saya sampai sekarang KB alami, udah jalan 4 tahun dari anak pertama lahir. Dan emang (niatnya) pengen hamil lagi kalau jaraknya 4 tahun. Alhamdulillah pas sekarang sudah dikasih lagi. Enggak berani KB-KB an dan IUD soalnya,” kata Sephira Bunga V.

“Dulu aku anak pertama sok-sokan KB alami karena enggak tahu kalau itu cuma (efektif) sampai usia bayi 6 bulan. Eh pas anakku 9 bulan, aku hamil lagi. Makanya pas anak kedua, langsung pasang IUD,” kata Lidya.

Sebenarnya KB alami efektif enggak ya?

Menurut dr. Fransisca Handy, Sp.A. di buku A-Z Perawatan Bayi, pilihan KB alami punya keuntungan tersendiri karena praktis dan tidak ada efek samping medis. Berbeda dengan metode KB lain seperti spiral, IUD atau pil yang terkadang mempengaruhi siklus menstruasi. Atau penggunaan kondom yang bagi beberapa orang dinilai mengurangi kenikmatan seksual.

KB alami efektif enggak ya buat mencegah kehamilan?
Memberi ASI eksklusif jadi salah satu cara KB alami. (Dok: Pixabay)

Tingkat keefektifan KB alami tentu bergantung pada cara dan kondisi setiap orang. Pada metode senggama terputus, butuh kontrol dan disiplin diri yang tinggi buat menahan hasrat saat berhubungan. Menahan kehamilan dengan menyusui secara ekslusif, biasanya hanya berlaku di 6 bulan awal masa menyusui.

Sementara KB dengan sistem perhitungan kalender, hanya efektif bagi mereka yang siklus menstruasinya teratur tiap bulan. Pihak perempuan juga mesti cermat mengamati masa suburnya.

Apa saja metode KB alami?

Ada beberapa metode kontrasepsi secara alami, yang bisa dilakukan oleh pihak suami dan istri.

Senggama terputus (coitus interruptus)

Cara senggama terputus termasuk cara tradisional. Pria mesti menarik penisnya keluar dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. Perlu perhitungan waktu yang tepat agar pria mengeluarkan spermanya di luar tubuh (vagina) pasangan.

Menyusui eksklusif (lactational amenorrhea)

Di masa menyusui ekslusif, tubuh ibu dalam kondisi infertil (tidak subur). Metode ini efektif selama bayi dalam masa ASI ekslusif (6 bulan) dan berlaku bagi ibu yang melakukan direct breastfeeding, bukan dengan memompa ASI. Hisapan dari bayi dapat menekan kemungkinan terjadinya ovulasi sehingga mengurangi resiko pembuahan.

Perhitungan kalender

Dilansir dari Alodokter, salah satu cara KB alami adalah dengan menghindari berhubungan seksual di masa subur. Untuk itu, pihak perempuan mesti tahu kapan masa suburnya dalam satu siklus menstruasi.

Bagaimana caranya tahu masa subur? Ada tiga hal yang dapat kamu lakukan yaitu dengan perhitungan kalender, mengukur suhu basal tubuh dan mengecek pola lendir serviks. Dengan cara-cara tersebut, ibu mesti telaten mencata siklus menstruasi dan mengamati kondisi tubuh sendiri.

Sama seperti metode kontrasepsi lain, tentu ada keuntungan dan resiko KB alami. Kamu dan pasangan perlu mendiskusikannya agar upaya mengontrol kehamilan tetap nyaman dan efektif bagi kalian berdua.

(Dyah/ Dok: Pixabay)

Share This: