Induksi Alami untuk Mempercepat Persalinan

By Febi Purnamasari | Published 30th April 2018

Induksi alami, upaya merangsang kontraksi rahim secara alamiah saat kehamilan sudah cukup bulan (Dok. Pixabay)

Ada sebagian Ibu yang persalinannya lewat waktu (overdue) hari perkiraan lahir. Menurut buku 9 Bulan yang Menakjubkan karya Bonny D. Hall, dkk., kehamilan yang lewat bulan memberikan efek kesehatan pada janin, mulai dari kekurangan oksigen dan nutrisi, masalah paru-paru (akibat menghirup kotoran janin atau mekonium), bobot tubuh semakin besar, sampai memiliki bentuk-bentuk fisik yang khas. Meski begitu, Bidan Robin Lim berpendapat, ibu hamil tidak perlu cemas bila perkiraan tanggal melahirkan sudah terlewati. Terutama jika ibu memiliki siklus menstruasi panjang. Misal, lebih dari 30 hari.

“Biasanya bidan tidak khawatir kecuali keterlambatan sudah melewati dua minggu dari tanggal prakiraan melahirkan,” tulis Pendiri Bumi Sehat ini dalam bukunya, Ibu Alami.

Upayakan induksi alami

Kelahiran normal atau cukup bulan terjadi di usia kehamilan 38-42 minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT). Nah, tidak ada salahnya kan, kalau bumil mulai mengusahakan induksi alami. Yakni, upaya merangsang kontraksi rahim secara alamiah saat kehamilan sudah cukup bulan (38 minggu). Berikut beberapa alternatif induksi alami untuk mempercepat persalinan. Dengan catatan, konsultasikan pilihan Ibu ke dokter dulu, ya.

Banyak berjalan kaki

Olahraga ini sangat dianjurkan untuk membantu bayi ‘turun’ ke jalan lahir. Selain itu, kebiasaan berjalan kaki yang rutin membuat bumil lebih bugar dan lebih mempersiapkan staminanya untuk bersalin nanti. Pasalnya, berjalan kaki memberikan sejumlah manfaat seperti

  • memacu kerja jantung sehingga membuat aliran darah ke janin lebih baik,
  • memperkuat otot-otot terutama otot tungkai,
  • mengurangi kaki bengkak dan nyeri punggung,
  • mengusir stres,
  • mengontrol kenaikan berat badan, dan
  • mengurangi risiko diabetes kehamilan.

Pada dua kehamilan sebelumnya, saya rutin berjalan kaki. Misal, saya lebih memilih naik Trans-Jakarta karena kebiasaan itu ‘memaksa’ saya naik-turun jembatan penyeberangan orang. Begitu pun, satu hari menjelang hari kelahiran si sulung, saya dan suami nge-date sambil berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh. Alhasil, saya mulas dan nge-flek malam harinya alias sudah siap untuk melahirkan!

Oh ya, sebelum mulai berjalan kaki, pastikan medan berolahraga aman, jalanan rata, tidak licin, dan udara bersih. Kenakan juga pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Tak lupa, sering-seringlah minum saat berjalan kaki untuk mencegah dehidrasi. Terakhir, berjalanlah sesuai kemampuan Ibu, ya.

Berhubungan seks

Menurut Robin Lim, kadang cara terbaik untuk merangsang rasa mulas melahirkan adalah dengan berhubungan intim. Namun, cara ini hanya dianjurkan jika air dalam kandungan tidak bocor. Pastikan ibu hamil dapat mencari posisi yang nyaman seperti berbaring menyamping dan berhubungan intim dengan lembut.

“Hormon prostaglandin pada sperma pria akan melembutkan mulut rahim sehingga membantu mempersiapkan kelahiran,” tulis Robin dalam bukunya.

Rasa nikmat juga akan merangsang kontraksi yang dibutuhkan untuk memulai proses melahirkan secara alami. Selain itu, oksitosin yang dikenal sebagai hormon cinta dapat membantu awal mula proses melahirkan secara normal.

Senam hamil

Sama halnya dengan berjalan kaki, senam hamil juga dapat menjadi salah satu cara ibu hamil untuk memelihara kebugaran tubuh. Selain itu, senam hamil memudahkan proses persalinan meski tidak mutlak karena tergantung faktor posisi bayi, jalan lahir, dan cepat atau lambatnya kontraksi.

Berikut posisi yang disarankan penulis buku Melahirkan Tanpa Rasa Sakit, Evariniy Andriana, untuk merangsang persalinan.

Posisi jongkok

Posisi jongkok memudahkan janin melewati jalan lahir. Latihan ini akan membuka rongga panggul Ibu dan meregangkan daerah di antara anus dan vagina (perineum). Posisi jongkok akan memperkuat perineum dan mencegah bagian ini sobek saat Ibu bersalin. Evariny menyarankan bumil untuk rutin berjongkok setiap hari selama beberapa menit.

Maka enggak heran ya, orang tua generasi sebelumnya sering menyarankan bumil untuk rajin mengepel jongkok!

Posisi bersila

Yakni, posisi duduk dengan menyilangkan kaki semampunya. Evariny berpendapat, posisi bersila dapat menguatkan otot-otot paha dan melenturkan panggul Ibu. Gunakan alat bantu seperti bantal sebagai alas atau bersandarlah pada tembok jika posisi ini sulit dilakukan.

Jadi.. cara mana saja yang sudah kamu coba?

(Febi/Dok. Pixabay)

Share This: