Hal yang Bisa Dilakukan Ayah Siaga di Rumah

By Febi Purnamasari | Published 4th March 2019

Peran ayah siaga mulai dari menyiapkan tempat bersalin dan transportasi yang memadai, mengetahui ciri-ciri istri akan melahirkan, sampai membantu ibu memenuhi segala kebutuhannya (Dok. Shutterstock)

Ketika kehamilan istri sudah menjelang hari perkiraan lahir (HPL), sebagian orang mungkin berkomentar, “Wah, jadi ayah siaga, nih.” Lantas, apa sih, ayah siaga itu? Beberapa artikel parenting memiliki definisi masing-masing tentangnya. Ada artikel yang mengungkapkan, ayah siaga merupakan kependekan dari ayah siap-antar-jaga. Sementara, artikel-artikel lainnya beranggapan, ayah siaga membantu semua persiapan untuk hamil maupun selama kehamilan istri juga rekan melahirkan yang bisa diandalkan.

Beberapa peran ayah siaga mulai dari menyiapkan tempat bersalin dan transportasi yang memadai, mengetahui ciri-ciri istri akan melahirkan, sampai membantu ibu memenuhi segala kebutuhannya.

Nah, penulis Commando Dad: How to be an Elite Dad or Carer, Neil Sinclair, punya saran lainnya mengenai beberapa hal yang bisa dilakukan ayah siaga di rumah jelang kehadiran Si Kecil.

Mempersiapkan area khusus merawat bayi

Selain kamar tidur, bayi juga membutuhkan tempat untuk berganti popok dan disusui. Namun, persiapkan dulu sejumlah furniturnya berupa barang baru atau bekas.

Jika membeli furnitur yang baru, pastikan pengirimannya sebulan sebelum HPL Si Kecil. Berikut beberapa furnitur yang diperlukan saat ia sudah hadir di tengah Calon Ayah dan Ibu.

  • Kursi nyaman, tak hanya bagi calon ibu menyusui, tetapi juga calon ayah ketika memberikan ASI perah untuk sang bayi juga saat bermain dan menyamankannya
  • Pencahayaan lembut yang berasal dari lampu tidur dengan bohlam rendah watt. Jangan hanya mengandalkan lampu ruangan karena nyalanya saat pagi buta dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada Si Kecil beserta orang tua.
  • Roller blind ataupun tirai tebal yang dapat menghalau cahaya luar masuk ke dalam ruangan

Selanjutnya, Calon Ayah dapat menyiapkan area berikut beserta perlengkapan penunjangnya.

Area menyusui

Tidak perlu menyediakan ruangan khusus. Istri bisa memilih ruangan manapun yang nyaman baginya. Misal, sudut ruang tidur atau ruang keluarga yang dilengkapi kursi nyaman dengan bantal menyusui berbentuk “U” juga tempat yang aman untuk menaruh minuman, peralatan memerah ASI, dan sebagainya.

Area mengganti popok

Tempat ini dapat berupa meja ganti popok atau permukaan apapun yang stabil dan aman untuk Si Kecil (misal di lantai atau bagian tengah tempat tidur). Sediakan air, bola-bola kapas, juga kantong penampung sampah popok. Jika tidak menggunakan meja ganti popok, segala perlengkapan tadi bisa kamu tempatkan dalam rak berbentuk troli sehingga memudahkan mobilisasi dan pengisian ulang secara rutin.

Area khusus penyimpanan barang

Tempat ini sebaiknya dapat menjadi tempat penyimpanan tas popok, car seat, dan mainan anak.

Persiapkan kotak/tas P3K dari sekarang

Ini dia perlengkapan yang wajib ada di setiap rumah. Perlengkapan P3K haruslah mudah diakses setiap saat, namun jauh dari jangkauan anak-anak. Sebaiknya perlengkapan ini disimpan dalam wadah khusus dan selalu berada di tempat yang sama. Setiap bulannya, tas atau kotak P3K juga harus rutin diisi ulang dan diganti bila ada komponen yang kedaluwarsa.

Berikut perlengkapan P3K yang harus Calon Ayah siapkan dari sekarang.

Perlengkapan inti:

  • Obat parasetamol dan ibuprofen khusus anak. Parasetamol cocok untuk bayi sejak berusia dua bulan, sementara ibuprofen untuk bayi berusia tiga bulan dan seterusnya. Keduanya dapat mengurangi nyeri maupun demam. Sebelum menggunakannya, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak. Cek juga petunjuk penggunaan obat untuk memastikan dosisnya sesuai dengan usia dan berat badan si bayi. Jika Si Kecil terlahir prematur, hitung usianya dari HPL.
  • Beberapa jenis plaster dengan bentuk maupun motif yang menarik.
  • Perban elastis khusus jari tangan.
  • Krim antiseptik, cocok juga untuk sengatan dan gigitan.
  • Tisu antiseptik.

Perangkat keras:

  • Thermometer
  • Sendok obat atau pipet untuk pemberian obat
  • Gunting
  • Pinset

Tambahan:

  • Bola-bola kapas dan cotton buds (kapas untuk telinga).
  • Instant cold pack (kompres dingin instan) yang bisa digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang cedera.
  • Cairan rehidrasi oral yang mengandung elektrolit. Fungsinya untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare dan muntah. CRO tersedia dalam bentuk garam (oralit) dan cair sehingga dapat langsung diminum (pedialit dan renalit).
  • Calamine lotion untuk mengobati rasa gatal, sakit, dan tidak nyaman pada kulit akibat iritasi ringan yang disebabkan oleh tanaman beracun

Berbagai persiapan di atas sebelum kelahiran bayi dapat mempermudah hidup Calon Ibu dan Calon Ayah setelah si kecil hadir di tengah keluarga.

Referensi tambahan:

  • Artikel “Mengenal Cairan Rehidrasi Oral” pada Grup Sehat
  • “Mempersiapkan Diri Menjadi Ayah Siaga” pada Klik Dokter

(Febi/ Dok. Shutterstock)

Share This: