Apps Untuk Memantau Tumbuh Kembang Anak

By Febi Purnamasari | Published 10th August 2018

Beberapa aplikasi favorit berbagai situs parenting (Dok. Shutterstock)

Sebagai #MillennialParents, segala keperluan mengurus anak tak lepas dari peran gawai alias gadget. Mulai dari browsing informasi seputar kesehatan anak sampai urusan catat-mencatat asupan harian dan frekuensi pup maupun pipis Si Kecil. Apalagi, sekarang sudah banyak apps yang memantau tumbuh kembang anak.

Parentalk merangkum beberapa aplikasi favorit berbagai situs parenting, ya!

Glow Baby

Seluruh aspek perawatan bayi selama setahun awal kehidupannya dibahas lewat aplikasi gratis ini. Orang tua dapat merekam rutinitas Si Kecil seperti frekuensi menyusu, jadwal tidur, dan waktu mengganti popok. Kamu juga bisa mendapatkan informasi berharga tentang memulai makanan pendamping ASI, tonggak perkembangan anak (developmental milestones), dan sebagainya. Selain mendapatkan tips harian seputar parenting, aplikasi ini juga memungkinkan kamu untuk berinteraksi dengan orang tua lainnya.

Baby Time

Aplikasi ini memudahkan Ibu untuk melacak waktu menyusui, pemberian ASI perah atau susu formula, dan memerah ASI juga waktu tidur, mandi, dan ganti popok anak. Baby Time juga merekam jejak semua rutinitas tadi ke dalam bentuk grafik. Fitur tersebut akan membantu Ibu mencari tahu pola harian Si Kecil sesuai kebutuhan tubuhnya. Canggih ya, Bu! Kamu pun dapat dengan mudah menginformasikan rutinitas bayi ke pengasuh atau kakek dan neneknya karena semua hal tercatat rapi.

Growth App

Pengguna iOS perlu punya aplikasi ini, nih. Growth App memungkinkan kamu untuk melacak pertumbuhan Si Kecil di tahun pertama kehidupannya. Ibu juga bisa memilih tampilan grafik pertumbuhan (growth chart) yang akan digunakan seperti versi WHO atau CDC. Keduanya dipakai kebanyakan dokter untuk memantau pertumbuhan anak. Oh ya, aplikasi ini juga menyediakan grafik pertumbuhan untuk bayi-bayi prematur, lho. Untuk mendapatkan Growth App, kamu bisa mengunduhnya gratis di iTunes.

BabySparks

Aplikasi ini akan memberikan rekomendasi aktivitas harian yang dirancang secara spesifik untuk menunjang perkembangan motorik kasar, kognitif, bahasa, sensori, dan sosial-emosional Si Kecil. Dengan begitu, anak mendapatkan stimulasi yang tepat guna mencapai milestones sesuai usianya. Kamu juga dapat melacak setiap pencapaian perkembangannya, lho.

BabySparks tersedia gratis di iTunes maupun Google Play. Untuk mendapatkan layanan premium, kamu perlu membayar $4 atau sekitar Rp58.000.

Baby Bundle App

Hampir sama dengan aplikasi-aplikasi di atas, Baby Bundle App juga memungkinkan Ibu untuk melacak rutinitas harian bayi. Salah satu keunggulannya adalah Ibu dapat menggunakannya untuk lebih dari satu anak, misal untuk saudara kembar atau kakak Si Kecil. Aplikasi ini dilengkapi pula dengan fitur timer untuk menghitung durasi menyusui dan pencatatan riwayat vaksinasi.

Baby Bundle App hanya dapat diunduh di iTunes.

Baby Breastfeeding Tracker

Ini dia aplikasi iOS andalan Bumin. Selain memiliki fitur yang merekam rutinitas harian dan mencatat riwayat imunisasi Si Kecil, aplikasi berbayar ini juga dapat:

  • merekam pertumbuhan bayi seperti berat badan dan tinggi badan,
  • mencatat aktivitas menyusui berdasarkan payudara kiri atau kanan,
  • mengingatkan sesi menyusui berikutnya,
  • mencatat jumlah ASI yang diperah berdasarkan sisi payudara dan durasi pumping, dan
  • mengubah data aktivitas menyusui ke dalam bentuk grafik kenaikan produksi ASI.

Menurut Nucha Bachri, Co-founder Parentalk, aplikasi pemantau aktivitas menyusui seperti ini sangat berguna di bulan pertama Si Kecil. Terutama di minggu-minggu awal pascakelahiran bayi saat ia masih sangat sedikit menyusu.

“Biar kita enggak merasa, ‘ASI-ku kurang.’ Soalnya di minggu awal, kita harus menyusui rata-rata 12 kali dalam 24 jam, kan,” jelas Nucha.

Namun, pencatatan di bulan-bulan berikutnya menjadi tantangan sendiri. Soalnya, bayi cenderung menyusu on demand atau sesuai permintaan sehingga kedisiplinan mencatat kian menantang.

“Karena sesi menyusui langsung biasanya spontan, saya jadi jarang ingat untuk mencatat di aplikasi ini. Jam pumping juga biasanya malam dan sambil mengantuk sehingga membuat kita malas mencatatnya di app,” jelas Nucha.

Nah, kalau kamu pilih pakai aplikasi yang mana, Parents?

Referensi:

  • Artikel “20 Must-Have Apps For New Moms” pada Mom Junction
  • Best Baby Apps for New Parents” pada Today’s Parents
  • 9 Must-Have Breastfeeding Apps” pada Babble

(Febi/Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.