Ketika Anak Terbangun di Sela Hubungan Seksual

By Febi Purnamasari | Published 1st November 2018

Pengalaman atau trauma anak tiga tahun ke atas melihat orang tua berhubungan seksual dapat bertahan lebih lama di pikiran sadar atau ingatannya (Dok. Shutterstock)

Salah satu tantangan orang tua yang masih sekamar tidur dengan anak balita adalah rutinitas berhubungan seksual. Inilah yang saya alami bersama suami. Ritual wajib pasutri itu pun harus dilakukan secara kondusif, yakni ketika Si Kecil tertidur pulas.

Layaknya menonton tayangan televisi yang seru, kita pun harus legawa ketika sewaktu-waktu ada jeda ‘iklan.’ Yap, apa lagi kalau bukan risiko anak balita terbangun di sela hubungan seksual?

Pikiran sadar anak tiga tahun ke atas mulai terbentuk

Sebagai orang tua, kita tentu khawatir pemandangan aktivitas seksual yang terlihat oleh Si Kecil dapat mempengaruhi kondisi psikologisnya. Meski tak begitu berdampak pada anak usia 0-24 bulan, ternyata peristiwa tersebut dapat memengaruhi pikiran anak di atas tiga tahun, lho.

Menurut Psikolog Monica Sulistiawati, penyebabnya adalah pikiran sadar (conscious) cenderung sudah terbentuk dengan baik pada anak berusia di atas 36 bulan. Sementara, di usia 24 bulan, sedikit demi sedikit pikiran sadar dan kemampuan menciptakan persepsi anak mulai terbentuk walau pikiran bawah sadarnya (conscious) tetap lebih dominan.

Akibatnya, pengalaman atau trauma anak tiga tahun ke atas melihat orang tua berhubungan seksual dapat bertahan lebih lama di pikiran sadar atau ingatannya. Dengan begitu, ia membutuhkan waktu lebih lama pula untuk mengatasinya.

Diskusikan jawaban untuk anak bersama pasangan

Di sisi lain, keterampilan berkomunikasi anak usia 3-5 tahun sudah lebih baik dibandingkan anak batita.

“Orang tua dapat menggali dan mengeksplorasi apa yang ada di pikirannya atau apa yang ia rasakan. Orang tua juga dapat memberikan penjelasan atau koreksi kepada anak untuk mencegah terbentuknya persepsi atau emosi yang keliru,” jelas Monica kepada Parentalk.

Hal yang juga perlu Millennial Parents perhatikan adalah rasa ingin tahu anak yang sudah mulai berkembang di usia tiga tahun ini. Menurut Monica, pengalaman melihat orang tua melakukan hubungan badan dapat saja memicu rasa ingin tahu anak lebih jauh tentangnya. Untuk itu, orang tua perlu secara kompak dan kreatif mempersiapkan jawaban-jawaban atas berbagai macam pertanyaan anak yang mungkin timbul. Sesuaikan saja dengan tingkat pemahaman mereka berdasarkan usianya.

Hal yang dilakukan ketika anak terbangun

Lalu, apa yang harus Ayah dan Ibu lakukan ketika Si Kecil yang berusia 3-5 tahun tiba-tiba terbangun di tengah hubungan seksual? Berikut beberapa tips dari Monica.

  • Tetap bersikap tenang, jangan panik, apalagi marah. Ini karena emosi yang ditimbulkan orang tua dapat memicu persepsi negatif pada anak. Selain itu, anak yang baru terbangun umumnya tidak langsung berada dalam kondisi sadar. Bisa saja pikirannya masih dalam gelombang bawah sadar sehingga ia tidak menyadari hal-hal yang terjadi di sekitarnya.
  • Segera tutupi area pribadi tubuh Anda dengan pakaian, selimut, atau kain.
  • Prioritaskan anak. Dampingi dan penuhi kebutuhan Si Kecil terlebih dahulu (misal, anak minta susu) lalu temani anak hingga ia tertidur kembali.
  • Aktivitas seksual dapat dilanjutkan, namun alangkah baiknya jika orang tua dapat berpindah ruangan atau memindahkan anak terlebih dahulu ke posisi tidur yang lebih nyaman.

Lakukanlah di ruangan terpisah dengan anak

Monica menyarankan orang tua untuk melakukan hubungan seksualitas di ruangan yang terpisah dengan anak meski ia sedang tidur. Kususnya, ketika ia memasuki usia 18 bulan ke atas. Namun, hal itu berlaku jika memungkinkan seperti terdapat ruangan lain yang bisa kalian gunakan untuk berhubungan badan juga ada orang lain yang menjaga anak.

Pasalnya, kematangan kemampuan berpikir setiap anak berbeda-beda, ada anak yang lebih cepat dan lebih lambat.

“Umumnya kemampuan berpikir memang berkembang di usia 24 bulan. Namun untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, alangkah lebih baik persiapkan diri kita dan anak-anak lebih dini. Kita tidak akan pernah tahu jika ternyata anak kita berkembang lebih matang dibanding usianya. Untuk itu, saya menyarankan agar menghindari kelalaian atau keterlambatan,” jelas Monica.

Jadi, sebaiknya hindari berhubungan seks dekat anak meski ia sedang tertidur, ya!

(Febi/Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.