Aktivitas yang Bisa Ibu Lakukan 40 Hari Pascamelahirkan

By Putu Dyah | Published 11th May 2018

Masa 40 hari pascamelahirkan, jadi momen istimewa buat ibu. Sejumlah tradisi di Indonesia mengharuskan ibu untuk tetap di rumah selama 40 hari tersebut. Buat sebagian orang hal ini bisa membosankan. Tapi sebenarnya ada juga lho hal-hal menarik yang bisa kamu lakukan di rumah selama 40 hari setelah melahirkan. Berikut informasinya yang dilansir dari Baby Center dan Being The Parent:

Beri apresiasi ke ibu

Setelah merasakan sendiri transformasi menjadi ibu, kamu bisa lebih menghargai para ibu lain, termasuk ibu kamu dan ibu mertua. Berikan apresiasi atas apa yang pernah mereka lakukan ke kamu dan suami. Beri kesempatan ke mereka untuk menimang cucu kesayangannya, sementara kamu bisa istirahat sejenak.

Biasanya ibu dan ibu mertua juga bakal memberi berbagai nasihat setelah melahirkan. Kalau cocok, kamu bisa menerapkannya. Tapi misalnya ada yang enggak sreg, kamu bisa mendengarkannya dengan bijak agar tidak menyinggung perasaan mereka.

Terima bantuan orang lain

Jika ada kerabat yang menawarkan bantuan, jangan sungkan buat menerimanya selama hal itu tidak mengganggu keluarga kamu. Sampaikan secara jelas bantuan apa yang kamu butuhkan.

Jika memungkinkan, kamu bisa mengatur jadwal kedatangan kerabat. Jadi, kamu bisa mendapat support dari mereka dalam waktu cukup lama. Sementara kerabat yang membantu juga tidak terlalu capek karena bergantian sama keluarga yang lain.

Makan makanan bergizi

Nutrisi pascamelahirkan penting buat pemulihan tubuh kamu dan produksi ASI bagi Si Kecil. Jadi, jangan bosan-bosan ya mengonsumsi makanan bernutrisi seperti sayuran hijau, buah dan kacang-kacangan.

Bagi kamu yang menjalani operasi caesar, perbanyak juga konsumsi protein. Misalnya putih telur, ikan dan daging-dagingan. Asupan tersebut berguna untuk menyembuhkan luka bekas operasi.

Pijat pascamelahirkan

Selama hamil dan melahirkan, tubuh kamu mengalami banyak tekanan. Untuk itu, penting buat melakukan pijat pascamelahirkan agar tubuh kamu kembali ringan dan bugar.

Kamu bisa memanggil terapis yang sudah sering menangani para ibu baru. Mereka biasanya tahu bagian-bagian mana yang penting untuk dipijat. Selain itu, kamu juga dapat melakukan pijat laktasi untuk memperlancar produksi ASI.

 

Komunikasikan saat kalian berdua dalam suasana hati yang baik juga bersantai bersama (Dok. Pixabay)
Dukungan dari pasangan penting di masa awal pascamelahirkan. (Dok: Pixabay)

Ngobrol bareng pasangan

Setelah melahirkan, bukan kamu dan bayi saja yang beradaptasi. Pasangan kamu juga butuh penyesuaian diri dengan peran barunya sebagai ayah.

Selama di rumah, usahakan buat ngobrol bareng pasangan. Ceritakan perasaan dan isi pikiran kalian berdua agar bisa sama-sama tenang dan saling support.

Cukup tidur

Kurang tidur bakal jadi hal yang kamu rasakan di masa-masa awal setelah melahirkan. Apalagi Si Kecil bakal rutin minta susu kapanpun mereka pengen.

Jadi, saat bayi kamu tidur, usahakan untuk ikut tidur walaupun sebentar. Tidur cukup bakal membantu pemulihan kesehatan Ibu sekaligus menghindarkan kamu dari stres.

Cari informasi parenting

Sekarang ada banyak sumber informasi seputar pengasuhan anak atau pemulihan ibu pasca melahirkan. Kamu bisa mendapatkannya walaupun harus tinggal di dalam rumah.

Misalnya dengan bergabung di forum online, membaca buku, membuka situs parenting atau bertanya ke teman yang lebih dulu berpengalaman. Pastikan informasi yang kamu dapat kredibel ya. Jika ada hal penting atau darurat, sebaiknya langsung konsultasikan ke ahlinya yang terkait.

Sebenarnya kalau dipikir secara logis, tradisi untuk tetap di rumah selama 40 hari setelah melahirkan bertujuan agar ibu bisa cukup istirahat. Sehingga kesehatan dan emosional ibu bisa lebih baik serta siap mengasuh Si Kecil.

Tentunya kamu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di rumah. Pastikan ibu tetap nyaman dan bahagia di hari-hari awal setelah melahirkan ya.

(Dyah/ Dok: Pixabay)

Share This: