Tips Mengasuh Anak Kembar Biar Tetap Seru dan Menyenangkan

By Putu Dyah | Published 3rd March 2018

Siapa di sini yang punya anak kembar? Setuju enggak sih, menjadi ibu dari anak kembar memang lebih menantang daripada mengurus satu anak. Ibu pun rentan mengalami stres karena berhadapan dengan dua anak yang berusia sama tapi punya keinginan masing-masing. Devy Ashari, ibu dari Cla dan Cal berbagi tips mengasuh anak kembar.

Jaga stamina

Ibu anak kembar harus benar-benar menjaga stamina, khususnya saat masih menyusui. Kalau biasanya ibu anak tunggal bisa ikut tidur saat anaknya tidur, hal ini belum tentu dirasakan ibu anak kembar. Sempatkan istirahat walaupun sebentar. Selain itu, jaga asupan makanan dan minuman bernutrisi untuk mencukupi kebutuhan ASI si kembar. Seberapapun capeknya, lebih baik dibawa fun ya.

Atur jadwal kegiatan anak-anak

Devi mengatur jadwal anak kembarnya, seperti jam makan, menyusu, mandi dan tidur. Cara ini membuat Devi punya waktu untuk istirahat dan melakukan aktivitas lain. Sementara kalau tidak terjadwal, kegiatan mereka akan terasa lebih repot.

Dalam What to Expect dijelaskan kalau orangtua bisa membuat jadwal dengan rutin mengamati aktivitas si kembar. Mungkin mereka tidak bisa secara instan menyesuaikan jadwal tersebut. Tapi yang penting, orangtua harus konsisten dan menjaga pola ini agar berjalan teratur. Bagi anak kembar, kebiasaan ini dapat membentuk mereka jadi pribadi yang lebih tertib dan disiplin.

Siapkan mental

Ibu kembar mesti kuat mental dan pintar menjaga mood. Kalau lagi capek dan jenuh, Devi memilih untuk menjauh dulu dari anak-anak. Karena anak bisa merasakan apa yang dirasakan ibunya. Jadi, saat emosi sedang tidak stabil, lebih baik luangkan waktu sejenak buat rileks dan menenangkan diri.

Harus adil dan bijak

Ibu dari anak kembar harus bisa mengenali kepribadian masing-masing anak dan memperlakukan mereka secara adil. Adil bukan harus sama rata dalam semua hal ya. Tapi sesuaikan dengan kebutuhan anak.

Dikutip dari What to Expect, orang tua dari anak kembar sebaiknya tidak membandingkan karakter tiap anak. Perbandingan seperti itu justru berisiko menumbuhkan rasa dendam dan kurang percaya diri pada anak.

Rajin ngobrol dan beri pengertian pada si kembar

Devi mengaku sering menunjukkan foto pada anak kembarnya. Mulai dari foto USG, baru lahir, sampai saat mereka lebih besar. Dari situ, dia bisa menjelaskan kalau anaknya, Cla dan Cal, sudah bersama-sama sejak masih di perut. Bahwa mereka sudah berbarengan sejak masih sekecil itu.

Lewat cara ini, Devi berusaha agar anak kembarnya menyadari kalau mereka berdua adalah saudara. Dengan harapan, keduanya bisa akur dan tidak mementingkan ego masing-masing.

Jangan sungkan minta bantuan

Sebulan sekali, Devi dan suami menitipkan anaknya ke rumah orangtua atau mertua. Cara ini menjadi momen bonding si kembar dengan anggota keluarga yang lain. Sementara kamu bisa refreshing sejenak dengan pergi ke mall atau salon agar terhindar dari rasa jenuh.

Selain dari keluarga, bantuan juga bisa didapat dari orang yang juga punya anak kembar. Lewat obrolan, Devi bisa bertukar pengalaman, cari tips pengasuhan, sekaligus saling menguatkan kalau lagi ada masalah menghadapi si kembar.

Ajak suami berpartisipasi

Minta suami untuk ikut membantu urus anak-anak. Misalnya, dengan melibatkan dia memandikan si kembar, menemain main dan aktivitas lainnya. Dengan begitu, kamu tidak akan merasa capek sendirian.

Di sisi lain, Devi merasa sejak kehadiran si kembar, dia dan suami lebih sering fokus ke anak. Jadi kadang dia menyempatkan quality time bareng suami demi menjaga hubungan mereka. Caranya cukup simpel, seperti makan di luar berdua suami, waktu si kembar sedang dititip ke orangtua.

Jadi, walau sibuk mengurus si kembar, usahakan untuk tetap happy ya. Perlakukan tiap anak dengan baik karena mereka lahir dengan keunikannya masing-masing.

(Dyah/ Dok: Devy Ashari)

Share This: