Tips Memberikan Hadiah Untuk Anak

By Febi Purnamasari | Published 15th November 2018

Perilaku anak pun dapat terpantau dengan baik lewat program pemberian hadiah (Dok. Shutterstock)

Terkadang kita sering kehabisan cara untuk mendorong anak yang berusia balita berperilaku baik. Akhirnya, orang tua memberlakukan program hadiah demi mencapai tujuan tersebut. Cara ini sebenarnya direkomendasikan sejumlah pakar, di antaranya oleh kalangan ahli dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika.

Menurut situs CDC, cara orang tua merespon perilaku anak akan membuat perilaku tersebut terulang kembali atau justru sebaliknya, kecil kemungkinan untuk terjadi lagi. Inilah yang terjadi ketika orang tua merespon perilaku baik anak dengan konsekuensi positif seperti program hadiah.

Aturan main program hadiah

Perilaku anak pun dapat terpantau dengan baik lewat program pemberian hadiah. Untuk menerapkannya, orang tua dapat mengikuti dan menerapkan langkah-langkah berikut ini.

Identifikasi perilaku spesifik yang diharapkan dari anak

Perilaku tersebut nantinya menjadi motivasi pemberian hadiah dan seharusnya membantu Si Kecil memahami secara jelas hal yang diharapkan darinya. Tips menentukan perilaku spesifik tersebut:

  • Hindari pelabelan yang kurang jelas. Misal, “bermainlah dengan baik” karena orang tua dan anak mungkin memiliki persepsi yang berbeda tentangnya
  • Pilih beberapa perilaku spesifik. Contohnya, “berbicaralah dengan sopan” dan “gunakan mainan bergantian” untuk menjelaskan maksud “bermain dengan baik” tadi.
  • Pilih perilaku yang realistis dan sesuai dengan usia maupun kemampuan anak. Misal, anak usia dua tahun sudah dapat membantu membereskan mainan. Namun, orang tua menjadi tidak realistis bila mengharapkan Si Kecil merapikan tempat tidurnya sendiri setiap hari.
  • Tegaskan hal yang orang tua harapkan dari perilaku anak dan hindari kata-kata negatif seperti tidak, jangan, dan berhenti. Contohnya: “berjalanlah di dalam rumah” ketimbang “jangan berlarian di dalam rumah” atau “berbagi mainan dengan saudara” daripada “jangan memukul kakak/adik.”

Tentukan hadiah yang diinginkan dan dapat dinikmati oleh anak

Selalu ingat, hadiah tidak mesti mengeluarkan banyak uang. Bentuknya dapat berupa stiker, pelukan, ciuman, stempel, dan hal lainnya.

Buatlah grafik hadiah

Grafik tersebut akan menampilkan perilaku yang telah dilakukan Si Kecil juga hadiah yang telah ditentukan oleh orang tua. Tampilan grafik haruslah mudah dipahami olehnya, seperti menggunakan gambar maupun kata-kata sederhana. Misal, orang tua ingin membiasakan anak menyikat gigi setiap hari, tulislah kata “menyikat gigi” lengkap dengan gambar sikat gigi pada grafiknya.

Perilaku anak pun dapat terpantau dengan baik lewat program pemberian hadiah (Dok. CDC)
Contoh grafik hadiah (Dok. CDC)

Jelaskan cara kerja program pemberian hadiah kepada anak

Agar bekerja dengan baik, anak perlu mengetahui hal yang harus ia lakukan untuk mendapatkan hadiah. Jelaskan padanya perilaku yang diharapkan dari buah hati dan dan tindakan orang tua ketika mendapati Si Kecil melakukannya. Usahakan untuk berfokus pada hal-hal positif ketika menjelaskan cara kerja grafik hadiah.

Contoh: “Ibu melihat kadang-kadang kamu mengembalikan piring dan sendokmu ke tempat cuci piring setelah makan. Ibu ingin memberikan kamu stiker ini (tunjukkan stikernya) dan menempelkannya pada grafik hadiah (tunjukan grafiknya) setiap kali kamu melakukan hal yang sama.

Jalankan program pemberian hadiah

Pastikan Si Kecil memahami program pemberian hadiah dengan jelas. Saat ia mendapatkan hadiah, jelaskan secara antusias alasannya.

Contoh: “Karena kamu mengembalikan piring dan sendokmu ke tempat cuci piring, Ibu memberikanmu bintang raksasa!”

Selalu berikan hadiah sesegera mungkin agar si kecil memahami hal yang telah ia lakukan mendapatkan ganjaran. Itulah cara efektif untuk membuat anak-anak berusia balita mengubah perilaku mereka.

Tempatkan juga grafik pada tempat yang mudah dilihat oleh anak sehingga ia selalu mengingat perilaku yang diharapkan darinya. Misal, di depan pintu atau ruang tidur anak.

Jangan mengambil hadiah yang telah diberikan kepada anak karena ia berperilaku buruk. Untuk memiliki hadiah yang baru, dorong si kecil untuk kembali berperilaku baik.

Perlahan ganti perilaku yang dipilih atau hapuskan program hadiah secara bertahap

Jika orang tua mulai menerapkan program pemberian hadiah, berikan hak Si Kecil sesering mungkin. Menurut CDC, seiring berjalannya waktu, anak akan semakin sering melakukan perilaku yang tepat. Ayah atau ibu dapat mulai berhenti memberikan hadiah atas perilakunya tersebut dan mulai beralih ke perilaku lainnya yang ingin dilakukan lebih sering oleh anak.  

Untuk anak-anak yang lebih besar, hadiah atas perilaku baiknya dapat berupa koin, kelereng, atau kepingan yang bisa dikumpulkan untuk kemudian ditukarkan dengan barang maupun kegiatan yang ia inginkan. Misal, bila anak mengumpulkan lima kelereng, ia berhak jalan-jalan taman bersama orang tua.

(Febi/ Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.