Tanda-tanda Ketika Ibu Mengalami Plasenta Previa

By Putu Dyah | Published 24th August 2018

Cek USG rutin bisa membantu penanganan kondisi plasenta previa.

Setiap kehamilan tentunya butuh perhatian spesial. Apalagi kalau ada kondisi khusus seperti plasenta previa. Meski angka kejadiannya terhitung jarang yaitu sekitar 3-6 dari 1000 kehamilan, plasenta previa tetap harus ditangani sejak dini.

Tindakan medis untuk plasenta previa

Penanganan dokter biasanya disesuaikan dengan kondisi ibu dan janin seperti berikut:

Perdarahan

Pada plasenta previa, perdarahan terjadi tanpa rasa sakit. Kalau Ibu mengalami perdarahan, sebaiknya segera datangi tim medis. Langkah ini untuk mencegah terjadinya kekurangan darah dan kelahiran prematur.

Jika tidak ada atau muncul sedikit perdarahan, biasanya dokter hanya menganjurkan untuk perbanyak istirahat dengan lebih sering berbaring (bed rest). Sementara posisi duduk atau berdiri hanya dilakukan sesekali kalau benar-benar diperlukan.

Menurut penjelasan di situs Mayo Clinic, Ibu dengan plasenta previa perlu menghindari aktivitas yang beresiko menyebabkan perdarahan dan kontraksi. Seperti berhubungan seks, memakai tampon, aktivitas berat atau olahraga tertentu seperti lari, squat dan melompat.

Usia kehamilan

Biasanya tim medis akan mencegah terjadinya kelahiran prematur agar bayi lahir dalam kondisi “matang”. Untuk itu, Ibu dianjurkan untuk menjaga nutrisi, menghindari stres dan mengurangi aktivitas fisik sampai usia kandungannya cukup yaitu sekitar 36-37 minggu.

Jika usia kehamilan Ibu kurang dari 34 minggu, dokter akan menawarkan pemberian kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru-paru janin. Hal ini sebagai langkah antisipasi jika ternyata bayi Ibu lahir prematur.

Kesehatan ibu dan bayi

Perdarahan dalam jumlah banyak atau terjadi terus-menerus tentunya beresiko bagi kesehatan kamu dan bayi. Ibu bisa mengalami kekurangan darah, sehingga berpengaruh pada penyaluran nutrisi dan oksigen ke janin.

Jika masih mungkin dilakukan pemulihan, misalnya lewat transfusi darah, umumnya dokter akan menjaga sampai usia kandungan cukup. Tapi kalau dokter menilai kesejahteraan Ibu dan janin terganggu, persalinan prematur lewat operasi caesar, menjadi salah satu langkah antisipasinya.

Penanganan Ketika Ibu Mengalami Plasenta Previa
Cek USG rutin bisa membantu penanganan plasenta previa. (Dok: Shutterstock)

Posisi plasenta

Dalam buku 9 Bulan yang Menakjubkan oleh Boni, dkk., dijelaskan, dokter biasanya menunggu sampai usia kandungan 7 bulan untuk memastikan posisi pasti plasenta. Hal ini berpengaruh juga pada tindakan persalinan yang akan diambil.

Jika usia kandungan cukup dan hanya tepi plasenta yang menutupi jalan lahir, kemungkinan kamu dapat melahirkan normal. Tapi jika plasenta menutupi seluruh atau sebagian jalan lahir sampai menjelang persalinan, maka operasi caesar jadi cara yang paling aman.

Tindakan yang bisa Ibu lakukan

Kalau didiagnosa mengalami plasenta previa, pastinya bakal ada rasa cemas ya Bu? Untuk mengantisipasi hal itu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan nih:

  1. Pelajari tentang plasenta previa. Misalnya dengan membaca buku, buka website kesehatan, banyak tanya ke dokter atau bertanya ke ibu lain yang pernah mengalami plasenta previa. Hindari sumber informasi yang tidak kredibel agar kamu mendapat penjelasan yang benar dan enggak makin parno.
  2. Istirahat seoptimal mungkin. Mungkin kamu bakal bosan ketika diminta buat bed rest. Tapi demi kesehatan kamu dan janin di perut, usahakan untuk menikmati momen istirahat ini. Misalnya dengan baca buku, belanja kebutuhan bayi online atau aktivitas lain yang santai tapi menyenangkan.
  3. Siapkan mental buat.operasi caesar. Niatnya sih pengen melahirkan normal, tapi kalau plasenta menutupi jalan lahir, maka c-section jadi cara aman buat melahirkan. Ingat, yang penting ibu sehat dan bayi lahir dengan selamat.
  4. Buat diri kamu nyaman. Meski didiagnosa plasenta previa, kamu tetap bisa menjalani kehamilan dengan nyaman kok. Kelilingi diri kamu dengan hal positif atau sesuatu yang kamu suka, seperti musik, buku atau makanan favorit. Pokoknya, apapun yang membuat kamu senang deh.

Ibu dengan plasenta previa memang beresiko mengalami komplikasi. Tapi banyak juga kok yang melahirkan dengan selamat dan bayinya tetap sehat. Pastikan kamu menjalani pengecekan USG secara rutin, agar kesehatan Ibu dan bayi tetap terjaga ya.

(Dyah/ Dok: Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.