Selebrasi 17-an ala Balita

By Febi Purnamasari | Published 15th August 2018

Selebrasi 17-an ala balita juga dapat memberikan banyak manfaat berharga bagi perkembangan kognitif Si Kecil (Dok. Shutterstock)

Ingat enggak sih, apa lomba 17-an favorit kamu waktu kecil? Dulu, rasanya orang tua saya cukup rajin mendaftarkan anak-anaknya untuk ikut serta dalam kemeriahan lomba di dekat rumah. Mulai dari lomba makan kerupuk, sampai balap karung bersama anak-anak sebaya lainnya.

Mungkin Si Kecil belum cukup umur untuk disertakan ke lomba. Tapi, kamu bisa mulai mengenalkan 17-an dari sekarang, lho, sekaligus melatih perkembangan kognitifnya. Berikut ragam aktivitas sederhana yang bisa kamu lakukan bareng anak untuk merayakan HUT RI.

Berpakaian serba merah putih (segala usia)

Saatnya meramaikan Instagram feeds dan stories dengan postingan bernuansa nasionalisme! Untuk membuat hasil fotomu lebih menarik, kamu bisa kompak berbusana dengan sentuhan merah putih di tanggal 17 Agustus. Saat mengenakan dress code merah putih, jangan lupa kenalkan pada anak warna khas bendera kita, Indonesia.

 Selebrasi 17-an ala balita juga dapat memberikan banyak manfaat berharga bagi perkembangan kognitif Si Kecil (Dok. Shutterstock)

“Nak, baju mama warnanya merah dan bando kamu warnanya putih. Merah dan putih adalah warna bendera kita.”

Bahkan, pengenalan seperti ini bisa kamu lakukan pada Si Kecil yang masih bayi. Anak bayi kan suka diajak berinteraksi.

Membuat bendera (2 tahun ke atas)

Tak perlu membuat bendera berbahan kain. Berbekal perlengkapan seadanya di rumah, kamu dan Si Kecil bisa seru-seruan membuat bendera bersama. Cukup siapkan:

  • kertas berbentuk persegi panjang dengan ukuran sesuai selera atau kemampuan anak mewarnai,
  • gunting,
  • krayon atau cat warna merah ramah anak,
  • spons atau balon tiup sebagai alat mewarnai jika menggunakan cat warna,
  • selotip, dan
  • 2 sumpit kayu yang direkatkan masing-masing bagian ujungnya supaya lebih panjang (waspada dengan bagian yang lebih lancip).

 Selebrasi 17-an ala balita juga dapat memberikan banyak manfaat berharga bagi perkembangan kognitif Si Kecil (Dok. Shutterstock)

Lipat kertas berbentuk persegi panjang tadi secara vertikal. Minta anak mewarnai kertas bagian depan dengan krayon atau cat merah sampai merata. Bantu anak bila ia belum mahir melakukannya. Setelah itu, buka lipatan kertas sehingga menghasilkan tampilan bak bendera merah dan putih. Rekatkan sisi kiri kertas pada sumpit dengan selotip. Voila, bendera kertas sudah jadi.

Kamu bisa mengajak anak membandingkan bendera kertas buatannya dengan bendera kain yang berkibar di depan rumah kalian. Opsi lainnya, ajak anak menyanyikan lagu nasional seperti “Berkibarlah Benderaku” dan “Bendera Merah Putih” sambil mengibas-ngibaskan karyanya.

Mencari bendera (1 tahun ke atas)

Siapkan bendera-bendera kecil yang bisa dibeli dari penjual bendera lalu sebarkan di berbagai sudut rumah. Bekali Si Kecil dengan keranjang kecil atau wadah lainnya lalu minta ia mengumpulkan bendera-bendera tadi. Setelah berhasil mengumpulkan semuanya, hitunglah bendera bersama-sama. Lalu, berikan hadiah spesial atas keberhasilannya.

Bermain jelly berwarna merah (6 bulan ke atas)

Ayah dan Ibu dapat mengenalkan filosofi keberanian dari bendera Indonesia kepada Si Kecil lewat sensory play yang satu ini. Nilai plusnya lagi, anak akan bereksplorasi dengan tekstur jelly yang kenyal nan licin. Motorik halus dan kordinasi mata tangannya juga terasah. Untuk membuatnya, kamu cukup menyiapkan:

  • 1 saset jelly
  • Pewarna merah khusus makanan
  • Air kurang lebih 2 liter

Campurkan bubuk jelly, air, dan pewarna makanan terlebih dulu. Setelah tercampur rata, masak campuran jelly hingga mendidih. Diamkan dalam suhu ruangan selama 30-45 menit sampai teksturnya kenyal dan elastis. Jelly pun siap dimainkan. Untuk menciptakan sensasi dingin, jelly dapat didinginkan dulu di dalam kulkas.

Menikmati marching band (6 bulan ke atas)

Biasanya sih, beberapa TK maupun SD rutin menggelar marching band bertepatan dengan hari kemerdekaan RI. Ayah dan Ibu pun dapat mengajak Si Kecil menikmati semarak pawai musik yang melintas di jalanan. Perpaduan melodi yang tercipta dari marching band tentu memberikan rangsangan yang unik bagi buah hati.

Selain itu, ada pawai musik yang menghadirkan parade busana daerah. Ini tentu kesempatan emas Ayah dan Ibu untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia.

Mengunjungi museum alutsista (1 tahun ke atas)

Kalau Si Kecil berusia di atas setahun, kamu bisa mengajaknya ke museum alutsista. Sebut saja, Museum Satria Mandala di Jakarta, Museum Bahari dan Museum Dirgantara Mandala di Yogyakarta, juga Museum Laka Jala Crana di Surabaya. Tenang, bukan belajar sejarah, kunjungan kalian ke sana melainkan untuk memperkaya kosakata buah hati. Soanya, di museum-museum tadi, anak dapat berkenalan dengan aneka rupa pesawat, kapal layar, peralatan navigasi, serta ragam replikanya.

Selebrasi 17-an ala balita juga dapat memberikan banyak manfaat berharga bagi perkembangan kognitif Si Kecil (Dok. Shutterstock)
Salah satu pesawat yang dapat ditemukan di Museum Satria Mandala.

Beberapa museum seperti Museum Satria Mandala bahkan tetap buka saat hari kemerdekaan, lho.

Semoga beberapa ide kegiatan di atas dapat menjadikan momen kemerdekan RI berkesan bagi kamu dan Si Kecil, ya!

(Febi/Dok. Shutterstock)

Share This: