Saat Anak Lain Berlaku Kasar terhadap Si Kecil

By Febi Purnamasari | Published 26th November 2018

Lawan godaan untuk melampiaskan rasa frustrasi Ibu terhadap anak yang mengganggu Si Kecil (Dok. Shutterstock)

Pernahkah ketika berada di kelompok bermain atau playdate, kamu melihat Si Kecil diperlakukan kasar oleh seorang teman yang seusia dengannya atau bahkan lebih tua? Namanya seorang ibu, bisa jadi emosi langsung tersulut. Namun tahan dulu ya, Bu. Psikolog Perkembangan Marilyn Segal punya sejumlah tips agar Ibu bisa lebih bijak bertindak kala menghadapi situasi tersebut.

Menurut Segal, ada dua aturan yang berlaku dalam situasi menyangkut anak orang lain. Pertama, jangan pernah mendikte orang tua lain cara yang perlu ia terapkan dalam membesarkan anaknya. Kedua, jangan pernah mendisiplinkan anak orang lain. Setiap orang tua memiliki cara sendiri dalam menangani perilaku anak masing-masing. Meski berharap sepenuh hati agar orang tua lain dapat bersikap lebih tegas pada anak mereka, itu bukan tugasmu, Bu. Masih ada cara lain yang bisa Ibu lakukan saat anak lain berlaku kasar terhadap Si Kecil.

Ingatlah bahwa anak balita suka menguji batasan

Mula-mula, lawan godaan untuk melampiaskan rasa frustrasi Ibu terhadap anak yang mengganggu Si Kecil. Ingat kembali bahwa anak tersebut hanya berupaya menguji batasan yang berlaku, bawaan yang dialami kebanyakan balita. Betapapun Ibu terganggu dengan sikap permisif orang tuanya, jangan tersinggung dengan si pelaku.

“Anak-anak lebih pintar dari hal yang dikira kebanyakan orang dewasa dan mereka memiliki radar kuat terhadap perasaan negatif. Jika si pelaku berhasil membuat Ibu terganggu, ia justru akan berulah lebih jauh lagi. Sebaiknya, Ibu memantau dari dekat Si Kecil dan anak tersebut saat bermain untuk bersiaga kalau-kalau terdapat masalah,” jelas Segal dalam situs BabyCenter.

Alihkan Si Kecil

Ketika Ibu mengendus konflik mulai memanas, alihkan dengan permainan lain atau nyanyian keras-keras. Ketika teman bermainnya berlaku manis (misal karena mau berbagi mainan tanpa perlawanan), biarkan ia tahu bahwa Ibu menghargai keramahtamahannya. Seiring berjalannya waktu, seperti balita kebanyakan, anak tersebut akan belajar berperilaku baik terhadap sesama di tempat bermain.

Pilihlah tempat playdate yang lebih luas

Jika buah hati Ibu terlibat dalam playdate, Ibu bisa mengusulkan tempat yang lebih luas untuk tempat bermain anak-anak.

“Balita cendrung merasa gelisah dan bertingkah di tempat yang lebih sempit sehingga memindahkan lokasi playdate ke area terbuka seperti playground atau taman akan mengurangi potensi konflik,” jelas Segal.

Dengan adanya ruang lebih luas bagi anak untu bebas bergerak, balita dapat membakar kelebihan energi maupun frustrasi tanpa harus mengganggu anak lainnya. Di taman atau playground, potensi saling melempari barang atau mainan satu sama lain juga lebih kecil.

Menjauh dari situasi ketika Si Kecil terbebani

Namun, jika situasi memburuk juga membuat Ibu maupun Si Kecil terbebani dan terintimidasi dengan perilaku anak lain, kalian dapat beristirahat sejenak dari kelompok bermain tersebut. Mungkin kombinasi anak-anak tersebut kurang cocok dengan Si Kecil saat ini. Ibu pun merasa tidak mengajarkan apapun dengan meminta buah hati menjaga diri dari anak yang kasar padanya. Siapa tahu, keputusan Ibu untuk menjauhkan Si Kecil dari anak tersebut akan membuka dialog antara Ibu dan orang tuanya demi solusi jangka panjang.

(Febi/ Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.