Perbedaan Susu Formula, Susu UHT dan Susu Pasteurisasi

By Putu Dyah | Published 12th April 2018

Saat si kecil menjelang usia dua tahun, orangtua biasanya mulai galau nih, memilih alternatif susu selain ASI. Kalau dilihat dari merek, di luar sana ada banyak banget pilihannya. Tapi secara general ada tiga jenis susu yang bisa Ayah dan Ibu berikan, yaitu susu formula, susu UHT dan susu pasteurisasi. Berikut penjelasannya yang dilansir dari situs Fakultas Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor.

Susu formula

Susu formula dibuat dengan cara sterilisasi suhu tinggi yaitu di atas 180°Celcius untuk membunuh mikroorganisme dalam susu. Proses ini setidaknya dilakukan selama dua jam agar organisme kecil seperti bakteri berbahaya, hilang dari susu.

Perubahan bentuk dari cair ke bubuk dilakukan lewat pengeringan dan mempengaruhi kandungan gizi di dalamnya. Jadi, dalam prosesnya ditambahkan vitamin, mineral dan zat gizi lain untuk mengganti nutrisi yang hilang selama proses produksi.

Susu formula biasanya dikemas dalam bentuk kalengan atau plastik dalam kardus. Dan  bisa bertahan sampai dua tahun, selama kemasannya belum dibuka.

Susu UHT

Seperti namanya, susu UHT (Ultra High Temperature) dipanaskan dengan suhu sangat tinggi yaitu 135-150°Celcius. Proses ini dapat mengawetkan susu sekaligus menghilangkan mikroorganisme yang berbahaya buat tubuh.

Dok: Pixabay

Sterilisasinya dilakukan dalam waktu singkat yaitu 2-5 detik agar kandungan gizi dalam susu tidak banyak berubah. Selain itu juga menjaga aroma, rasa dan warnanya agar mirip susu asli, kecuali yang diberi varian rasa lain yaa.

Kalau kemasannya belum dibuka, susu UHT bisa bertahan sampai kurang lebih 10 hari. Tapi kalau sudah terbuka, biasanya hanya bertahan sekitar 3-4 hari lewat penyimpanan di lemari pendingin.

Susu pasteurisasi

Beda sama susu UHT, susu pasteurisasi dipanaskan lewat proses HTST (High Temperature Short Time). Yaitu disterilisasi pada suhu 72°Celcius selama 15 detik.

Proses ini dapat menghilangkan bakteri jahat, virus atau jamur yang berbahaya bagi tubuh. Tapi tidak membunuh semua mikroorganisme yang ada di dalam susu. Kalau dilihat dari kandungan gizinya, susu pasteurisasi cenderung lebih lengkap dan mirip dengan susu segar.

Susu ini harus disimpan dalam lemari es. Kalau kemasannya belum dibuka, susu pasteurisasi akan bertahan sampai 40 hari. Sementara jika sudah dibuka, sebaiknya langsung dihabiskan karena hanya awet selama 4 hari.

Susu mana yang lebih baik?

Susu formula biasanya tersedia untuk banyak rentang umur, yaitu mulai dari 0 sampai anak usia besar. Sementara di kemasan susu UHT dan pasteurisasi biasanya tertera untuk usia 2 tahun, sebagai bentuk dukungan pemberian ASI hingga anak berusia 2 tahun. Walaupun sebenarnya susu ini bisa diberikan ke anak di atas satu tahun sebagai susu rekreasional.

Kalau kamu bingung susu mana yang lebih baik, konselor laktasi dr. Ameetha Drupadi, CIMI punya saran yang bisa kamu ikuti.

“Orang tua bisa mempertimbangkan dari proses pembuatan karena berpengaruh pada kandungan gizi di susu. Tapi dikembalikan juga ke kenyamanan masing-masing. ASI sampai lebih dari dua tahun juga enggak masalah karena memberi nutrisi lain, yaitu nutrisi bonding dari ibu ke anak,” jelas dokter Ameetha ke Parentalk.

Nah, sudah tahu kan bedanya susu formula, susu UHT dan susu pasteurisasi? Ayah dan Ibu tinggal tentukan mana yang paling nyaman dan sesuai buat kebutuhan gizi si kecil.

(Dyah/ Dok: Pixabay)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.