Bantuan yang Dibutuhkan Orang Tua Baru

By Febi Purnamasari | Published 19th September 2018

Manfaatkan kesempatan bila ada keluarga, teman, maupun tetangga yang menawarkan bantuan (Dok. Shutterstock)

Menjadi orang tua merupakan tugas 24 jam. Ada kalanya kita sampai-sampai tak punya waktu untuk berbelanja, memasak, membersihkan diri, bahkan beristirahat cukup karena mengurus Si Kecil. Karena itulah, manfaatkan kesempatan bila ada keluarga, teman, maupun tetangga yang menawarkan bantuan. Dengan menerima bantuan, bukan berarti Ayah atau Ibu merupakan orang tua yang buruk, lho. Bagaimanapun, setiap orang tua baru membutuhkan bantuan.

Penulis buku Commando Dad: How to be an Elite Dad or Carer, Neil Sinclair, menganalogikan bahwa di balik manusia terbaik di bidang apapun, ada sekelompok orang yang bekerja besama mereka.

“Bahkan elite angkatan udara yang bertugas seorang diri selalu memastikan diri mereka mendapatkan bantuan,” jelas Sinclair lewat bukunya.

Bantuan yang dibutuhkan orang tua baru

Orang-orang sering kali ingin membantu, namun tidak tahu hal-hal yang perlu mereka lakukan. Jika tidak terbiasa meminta bantuan, Ayah atau Ibu mungkin belum mengetahui kebutuhan kalian yang sebenarnya.

Sinclair pun menjabarkan hal-hal yang mungkin kamu butuhkan lewat pertolongan keluarga maupun teman-teman terpercaya. Namun, ragam bentuk dukungan di bawah ini tak hanya berlaku bagi Ayah dan Ibu yang sedang melalui masa-masa melelahkan dalam mengurus anak. Harapannya, kamu pun dapat menawarkan dukungan serupa untuk keluarga maupun teman dekat yang sedang membutuhkannya.

  • Membawakan makan malam. Kalaupun kamu sudah keburu menyiapkan makan malam, bekukan saja masakan tersebut. Stok makanan beku tentu akan sangat berguna untuk hari-hari berikutnya di tengah kerepotan Ayah atau Ibu mengurus Si Kecil dan tugas rumah tangga.
  • Membelikan perlengkapan yang dibutuhkan oleh bayi maupun orang tua. Misal, popok, sabun mandi, bahan-bahan makanan, dan lainnya. Jasa si pemberi bantuan tentu begitu berharga, terutama ketika kamu harus menjaga bayi baru lahir di rumah seorang diri.
  • Mengerjakan tugas-tugas ringan rumah tangga. Seperti mencuci sebagian baju, menjemur pakaian, atau mencuci perlengkapan makan.
  • Menjaga buah hati. Selama Si Kecil dalam pengawasan orang terpercaya, Ayah atau Ibu dapat mandi, keramas, beristirahat, atau jalan-jalan untuk sekadar menyegarkan pikiran.

Kenyamanan orang tua baru adalah hal utama

Ketika ada orang yang ingin berkunjung ke rumah, pastikan jadwalnya sesuai dengan kesanggupan kamu dan pasangan. Kamu juga enggak perlu repot-repot menjamu para tamu, ya. Kenyamanan kamu, wahai orang tua baru, adalah hal utama.

Tak perlu telan semua saran

Banyak orang yang ingin berbagi teori maupun pengalaman mereka dalam mengasuh anak kepada kamu juga pasangan. Masukan tersebut bisa saja berguna buat kalian yang masih belum berpengalaman. Namun Sinclair mengingatkan, tidak ada satu-satunya cara untuk membesarkan seorang anak. Ini karena setiap anak memiliki keunikan dan keistimewaan masing-masing. Ada cara yang berhasil pada orang tua lain, namun tidak cocok bagi kamu maupun pasangan dalam mengasuh anak-anak.

Ketika ada orang yang merasa terganggu bila sarannya enggan kamu terima maupun jalankan, sebenarnya ia tidak memberikan saran. Kamu pun tak perlu mengikutinya.

Jangan takut untuk mencoba berbagai hal, namun tak perlu gentar pula untuk berhenti bila ada alternatif yang tak berhasil dalam pengasuhan. Trial and error selalu lekat dengan warna-warni pengasuhan anak, kok.

(Febi/ Dok. Shutterstock)

Share This: