Mitos vs Fakta: Ibu Hamil Makan Daging Kambing

By Putu Dyah | Published 5th April 2018

“Ibu hamil enggak boleh makan daging kambing. Nanti bahaya lho buat janinnya.”

Omongan semacam itu tentu pernah didengar para ibu hamil. Memang sih waktu mengandung, ada banyak mitos soal ini-itu atau yang boleh dan enggak boleh buat ibu hamil. Salah satunya ya larangan ibu hamil makan daging kambing ini.

Terus sebenarnya, boleh enggak sih ibu hamil makan daging kambing? Parentalk bertanya ke dr. Benny Johan Marpaung, Sp.OG., dan jawabannya dijamin bakal melegakan para bumil yang juga pecinta daging kambing.

“Waktu hamil boleh saja makan daging kambing. Tapi jangan terlalu sering dan banyak karena berisiko menyebabkan kenaikan kadar kolesterol dan penumpukan lemak jenuh dalam tubuh,” kata dokter yang praktek di RSIA Asih ini.

Manfaat daging kambing buat ibu hamil

Dokter membolehkan ibu makan daging kambing tentu karena ada alasannya. Menurut dokter Benny, daging merah, termasuk daging kambing punya manfaat tersendiri buat ibu hamil.

Antara lain, sebagai sumber protein yang diperlukan buat pertumbuhan dan perkembangan janin. Terus, dagingnya kaya akan kandungan zat besi yang berfungsi meningkatkan kadar hemoglobin (HB). Sehingga bisa menghindarkan ibu dari resiko anemia.

Saat makan, pastikan dagingnya sudah matang merata. (Dok: Pixabay)

Dalam daging kambing terdapat kandungan zink yang dapat mengembangkan sistem kekebalan tubuh janin di perut Ibu. Selain itu, daging ini merupakan sumber vitamin B kompleks. Salah satunya vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel saraf dan sel darah merah.

Kalau ibu mau mendapatkan berbagai manfaat daging kambing, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan nih.

Perhatikan bentuk olahannya

Sate kambing, gulai kambing atau tongseng kambing memang suka bikin ngiler yaa. Tapi kalau terlalu banyak justru berpotensi meningkatkan kolesterol dan lemak jahat. Karena selain daging kambing, juga ada tambahan lemak dari santan yang dipakai.

Kalau mau makan, lebih baik pilih bagian dagingnya yang tidak banyak mengandung lemak. Terus bentuk olahannya dapat berupa sop atau dicampur dalam tumisan.
Bentuk olahan yang sederhana seperti ini membuat kandungan gizinya tetap kaya karena tidak banyak berkurang selama proses pemasakan.

Pastikan daging matang

Kalau kamu kepengen banget makan daging kambing, pastikan tidak ada bagian dagingnya yang masih mentah. Misalnya, mau sate kambing. Pastikan seluruh bagian satenya sudah matang merata. Tapi jangan sampai gosong juga karena arang yang menempel di daging berpotensi memicu penyakit seperti kanker.

Kenapa harus sampai matang seluruhnya? Karena kalau tidak, bisa saja masih ada bakteri yang dapat mengganggu kesehatan ibu. Setidaknya daging harus dimasak pada suhu 63° Celcius untuk memastikan kematangannya.

Seimbangkan gizi dari makanan lain

Kalau kamu makan daging kambing, seimbangkan gizi kamu dengan konsumsi sayuran, buah dan air putih. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi untuk janin di perut bakal tercukupi. Banyak konsumsi sayur, buah dan air juga membantu melancarkan pencernaan Ibu.

Diolah dengan benar dan enggak berbau

Daging kambing punya aroma khasnya yang prengus. Buat sebagian orang, aroma ini tentu enggak enak. Apalagi buat ibu hamil yang lagi gampang mual, malah bisa bikin eneg. Saat konsumsi daging kambing, pastikan aroma prengusnya sudah enggak tercium ya. Jadi kamu bisa menikmati olahannya dengan nikmat.

Intinya, ibu hamil enggak dilarang makan daging kambing ya. Tapi perhatikan jumlah dan frekuensi makannya untuk menghindari resiko gangguan kesehatan.

Terus usahakan untuk rutin olahraga biar badan bumil tetap sehat dan bugar. Variasikan juga sumber protein yang kamu konsumsi dengan telur, ikan, daging sapi atau sumber protein nabati yang lain.

(Dyah/ Dok: Pixabay)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.