Mengenal Lebih Jauh Metode KB Sterilisasi dan Vasektomi

By Febi Purnamasari | Published 29th November 2018

Berangkat dari faktor kesehatan, psikologis, maupun ekonomi, sebagian orang tua pun memutuskan menggunakan metode keluarga berencana (KB) yang dapat mencegah kehamilan secara permanen (Dok. Shutterstock)

Ada kalanya orang tua merasa sudah cukup memiliki anak lebih dari tiga. Berangkat dari faktor kesehatan, psikologis, maupun ekonomi, sebagian orang tua pun memutuskan menggunakan metode keluarga berencana (KB) yang dapat mencegah kehamilan secara permanen. Misal, sterilisasi dan vasektomi. Ayah maupun ibu pun harus mempertimbangkan penggunaannya secara matang dan mantap.

Untuk mengenal lebih jauh metode KB sterilisasi dan vasektomi, Parentalk merangkum penjelasannya dari situs kesehatan Alodokter dan Mayo Clinic.

Sterilisasi

Yakni, metode KB yang paling efektif mencegah kehamilan secara permanen dan dilakukan pada perempuan. Ada dua jenis KB steril, yakni tuba implan (non-operasi) dan ligasi tuba (operasi).

Pada tuba implan, dua logam kecil dimasukkan ke tuba falopi atau saluran keluar sel telur melalui vagina dan serviks. Masing-masing tuba falopi diisi oleh satu logam yang berfungsi meninggalkan bekas luka pada lapisannya. Dengan begitu, tuba falopi yang tertutup luka dapat mencegah masuknya sperma. Efek samping prosedur ini, antara lain mual, muntah, kram, pusing, pendarahan, atau keluar bercak-bercak.

Sementara prosedur ligasi tuba dilakukan melalui prosedur operasi dengan menutup tuba falopi untuk mencegah sel telur masuk ke rahim. Cara yang dilakukan dokter untuk menutup tuba falopi, yakni dengan memotong dan melipat/mengikat, menghilangkan bagian-bagian, atau memblokir salurannya dengan perangkat medis. Metode ini juga bisa menutup jalan sperma ke tuba falopi. Usai operasi, efek samping yang dapat muncul mulai dari vagina mengeluarkan darah dan perut membengkak juga punggung atau bahu terasa nyeri akibat gas yang digunakan selama operasi.

Perlu dicatat, kedua jenis KB steril ini tidak mencegah perempuan dari penyakit menular seksual.

Vasektomi

Metode ini dilakukan terhadap pria dengan memotong saluran sperma (vas deferens) yang membawa sperma dari testis ke penis. Dengan metode yang menyerupai sterilisasi ini, sperma tidak lagi keluar bersama air mani saat pria ejakulasi. Meski begitu, seorang pria tetap akan merasakan sensasi orgasme, ereksi, bahkan ejakulasi setelah vasektomi. Air mani yang keluar saat ejakulasi juga tidak akan banyak berbeda karena sperma merupakan bagian kecil dari air mani secara keseluruhan. Efek samping dari vasektomi, salah satunya rasa nyeri di bagian testis, tetapi hal itu hanya sementara.

Menurut situs Mayo Clinic, vasektomi tergolong aman dan merupakan metode KB yang hampir 100 persen efektif mencegah kehamilan. Prosedur operasinya juga bersifat rawat jalan dengan komplikasi maupun efek samping yang rendah. Biaya vasektomi jauh lebih murah ketimbang metode sterilisasi untuk perempuan seperti ligasi tuba. Ayah juga tak perlu lagi menggunakan kontrasepsi lainnya seperti kondom sebelum berhubungan badan. Namun, sama halnya dengan sterilisasi, vasektomi tidak mencegah infeksi menular seksual.

Sebelum memilih metode kontrasepsi di atas, sebaiknya Ayah dan Ibu mempertimbangkan banyak hal mulai dari umur, kesehatan, kedewasaan emosi, status pernikahan, hubungan seksual, juga keyakinan agama yang dianut. Ingat, dua metode pencegahan kehamilan tadi sifatnya permanen sehingga kamu tidak bisa memiliki keturunan lagi di masa depan.

Referensi:

  • Artikel “Vasektomi Pada Pria Bisa Ganggu Performa Seks?” pada Alodokter
  • “Cegah Kehamilan Secara Permanen Dengan KB Steril” pada Alodokter
  • Vasectomy” dan “Birth Control” pada Mayo Clinic

(Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.