Membiarkan Anak Bebas Bereksplorasi dengan Kulitnya

By Febi Purnamasari | Published 4th March 2019

Salah satu pembelajaran murah meriah sekaligus kaya manfaat bagi anak-anak saya adalah bermain di taman. Terkadang, saya membiarkan mereka menyentuh dedaunan atau bertelanjang kaki di antara rerumputan. Awalnya, saya mengkhawatirkan keamanan dan kebersihannya. Namun, setelah mendapatkan masukan dari sejumlah pakar, saya yakin bahwa membiarkan anak bebas bereksplorasi dengan kulitnya akan membawa lebih banyak manfaat.

Bahkan, kalau mau lebih ekstrem lagi, dulu Penyanyi Andien Aisyah membiarkan anaknya, Kawa, merangkak dengan jumper saja ketika masih bayi. Dalam video maupun foto yang diunggah Andien melalui Instagram, Kawa bayi tampak asyik menjelajah di karpet kamar hotel maupun bandara. Tak sedikit pula netizen yang mempertanyakan pembiasaan Andien tersebut.

Enggak takut kotor?

“Kasihan nanti bisa kedinginan….”

Lantas, apa saja manfaat membiarkan kulit anak bersentuhan langsung dengan lingkungannya?

Kulit, ‘jendela dunia’ anak

Paparan kulit bayi langsung dengan sekelilingnya serta kesempatan bereksplorasi merupakan sebagian faktor yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dokter Spesialis Anak I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi yang akrab disapa dr. Tiwi mengungkapkan, pembiasaan tersebut justru dapat menstimulasi indera peraba anak.

“Sebetulnya stimulasi paling sensitif yang bayi terima adalah melalui pancaindera, salah satunya taktil (berkaitan dengan sentuhan). Taktil itu kan, saraf-saraf perasanya di kulit. Artinya, kalau kulit diberikan kesempatan untuk terpapar dengan permukaan atau sentuhan macam-macam, semakin memberikan input yang baik untuk otak. Nah, otak itu seperti mencerna dan merespons lingkungan. Itu akan membuat bayi belajar,” jelas dr. Tiwi kepada Parentalk.

Kulit merupakan organ perasa yang besar dan mencakup seluruh tubuh. Bila tidak terstimulasi, menurut dr. Tiwi, kepekaan kulit bisa menjadi ‘tumpul.’ Padahal, stimulasi pada kulit berpengaruh terhadap kemampuan dasar anak. Namun, ia memaklumi bila banyak orang tua yang khawatir dengan paparan parasit bila anak mereka dibiarkan bereksplorasi tanpa alas kaki ataupun pakaian yang lebih tertutup.

“Tapi kalau kita lihat orang di kampung-kampung, kan pertumbuhan bayinya lebih bagus, lebih natural. Orang yang hujan-hujanan lebih tahan sakit karena tubuhnya belajar beradaptasi,” tambah dr. Tiwi.

Semakin tipis pakaian bayi lebih baik

Menurut dr. Tiwi, semakin tertutup kulit bayi, misalnya dengan pakaian, maka semakin kurang ia mendapatkan stimulasi. Karena itulah, kini penggunaan sarung tangan yang terlalu lama pada bayi sudah tidak disarankan lagi. Jika hidup di daerah tropis, ia juga menyarankan pakaian bayi tipis saja agar dapat menyerap keringat. Pakaian yang lebih pendek juga memperbesar kesempatan kontak skin-to-skin (kontak kulit) antara bayi dan ibu. Kondisi ini tentunya baik bagi perkembangan Si Kecil.

“Suhu tubuh awal bayi ketika lahir itu sama atau tidak terlalu drastis dibandingkan dalam kandungan. Lama-lama ia akan beradaptasi,” jelas dokter yang aktif mengedukasi kaum ibu lewat YouTube ini.

Kepekaan kulit bayi akan berguna untuk perkembangannya seiring bertambahan usia. Misal, kulit yang terstimulasi tentu memudahkan anak melalui toilet training.

Pastikan tempat eksplorasi anak aman

Meski begitu, sebelum kamu membiarkan Si Kecil bebas bereksplorasi guna menstimulasi kulitnya, pastikan dulu tempat eksplorasi Si Kecil sangat aman ya, Bu. Kamu bisa menjamin keamanannya dengan melakukan pengecekan sebagai berikut.

  • Pastikan tidak ada kotoran hewan, pecahan beling, puntung rokok, dan benda-benda lain yang tak sepatutnya disentuh oleh Si Kecil karena kotor atau dapat melukai dirinya.
  • Jauhkan Si Kecil bila ia mendekati furnitur atau benda-benda yang dapat melukai dan membahayakannya.
  • Stop kontak, kabel-kabel, dan komponen yang dialiri listrik lainnya harus jauh dari jangkauan anak.
  • Pastikan tidak ada benda-benda yang menghantarkan panas seperti pemanggang BBQ dan komponen besi atau baja lainnya (terutama di luar ruangan saat cuaca sedang terik).
  • Bila anak bermain di luar ruangan, hindari area rumput-rumput yang tinggi atau semak-semak tanaman untuk mencegah gigitan serangga atau paparan tanaman beracun.
  • Selalu fokus mengawasi pergerakan bayi, tinggalkan smartphone saat kamu menjaganya.
  • Hindari upaya Si Kecil memasukkan benda tak patut ke mulutnya.
  • Jangan pernah membiarkan bayi bereksplorasi tanpa pengawasan sedetik pun.

Selalu jadikan keamanan prioritas sebelum kamu membiarkan buah hati bereksplorasi ya, Bu.

Referensi lain: What To Expect The First Year oleh Heidi Murkoff dan Sharon Mazel

(Febi/Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.