Lewat Bermain, Anak Belajar tentang Dunianya

By Febi Purnamasari | Published 23rd February 2019

Ketika anak bermain bebas, ia belajar tentang dunia sekitar maupun dirinya (Dok. Shutterstock)

Salah satu kebahagiaan sederhana saya adalah melihat para buah hati bermain. Mereka begitu antusias dan menghayati peran yang dipilih ketika bermain. Pengamatan itu pun membuat saya meyakini kegiatan bermain pasti memberikan manfaat yang besar bagi anak dan ternyata, insting itu benar!

Child Care Resources, lembaga swadaya masyarakat Amerika yang bergerak di bidang pendidikan anak usia dini, mengungkapkan bahwa ketika anak bermain bebas, ia belajar tentang dunia sekitar maupun dirinya. Ia dapat memanipulasi mainan dan mempelajari cara dunia fisiknya bekerja. Misalnya, anak melihat mainan truk dapat bergerak dan benda-benda berat dapat tenggelam.

Peran besar bermain bagi perkembangan anak

Lebih jauh lagi, manfaat bermain bagi anak menurut Child Care Resources, di antaranya sebagai berikut.

  • Membantu anak membangun dan memperluas pengetahuan yang akan ia gunakan sepanjang hidupnya.
  • Memberikan kesempatan pada anak untuk menggali dan menjelajahi dunianya.
  • Memberikan peralatan yang anak butuhkan untuk menjadi pembelajar hidup.
  • Mendorong sosial emosional yang sehat. Yakni, perkembangan yang berkaitan dengan performa akademis anak di masa depan.

Kegiatan bermain juga membantu anak mengembangkan kemampuannya di berbagai aspek, lho. Mulai dari motorik kasar dan halus, kemampuan kognitif, kemampuan sosial, sampai kemampuan emosionalnya.

Kemampuan motorik kasar: permainan fisik mengajarkan kontrol koordinasi otot dan tubuh anak.

Kemampuan motorik halus: permainan membantu anak mengembangkan otot-otot kecil di tangannya

Kemampuan kognitif: permainan kreatif nan bebas mendorong perkembangan otak yang sehat dan membantu anak belajar pemecahan masalah. Selain itu, permainan kreatif nan bebas memberikan anak kosakata yang lebih kaya, verbalisasi yang lebih baik, dan daya intelektual yang lebih tinggi.

Kemampuan sosial: permainan peran (role play) membantu anak mengembangkan empati dan pemahaman. Melalui bermain, anak-anak juga belajar cara bekerja sama dan bekerja dengan orang lain

Kemampuan emosional: permainan tidak terstruktur (bermain bebas) membantu anak-anak mengembangkan kemampuan regulasi diri, pengetahuan sosial, dan rasa percaya diri. Kegiatan bermain juga berkontribusi terhadap citra diri yang sehat pada anak juga membuatnya belajar cara berkomunikasi dan bekerja sama.

Selain itu, berbagai manfaat lain kegiatan bermain bagi perkembangan anak:

  • melatih otak anak dengan berimajinasi, menciptakan, meneliti, dan memformulasikan ide-ide;
  • mendorong anak menemukan, menjelajahi, dan menantang dunia fisiknya;
  • membuat anak mempelajari kemampuan hidup yang akan diperlukan untuk menjadi sukses;
  • anak melatih kemampuan fisik dan memperoleh rasa percaya diri dalam tubuhnya.

Lestarikan permainan di masa kanak-kanak

Masih menurut Child Care Resources, saat ini anak-anak bermain lebih sedikit di sekolah. Kegiatan bermain bebas hampir saja punah sepenuhnya dari kebanyakan kelas taman kanak-kanak. Anak-anak juga tidak lagi didorong untuk belajar melalui bermain dan penemuan.

Sedikitnya kesempatan bermain pun dapat menyebabkan anak:

  • memiliki kemampuan sosial yang buruk;
  • mempunyai strategi yang buruk pula dalam menghadapi stres;
  • mengalami ketidakmampuan sosial;
  • menurunnya rasa ingin tahu, kemampuan untuk menemukan hal-hal baru, serta kreativitas;
  • memiliki bagian-bagian di otak yang kurang berkembang.

Karena itulah, hal yang bisa orang dewasa lakukan adalah mendorong kegiatan bermain bagi anak-anak, menerapkan pembelajaran yang menyenangkan di sekolah, juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk bermain bebas. Yuk, ajak Si Kecil bermain!

(Febi/Dok. Shutterstock)

Share This: