Hal yang Perlu Kamu Tahu Soal Perkembangan Fisik Anak

By Febi Purnamasari | Published 4th March 2019

Perkembangan fisik mempengaruhi tipe perilaku anak yang mungkin terjadi (Dok. Shutterstock)

Sebagai orang tua bayi atau anak balita, kita tentu sudah akrab dengan kuesioner praskrining perkembangan (KPSP) maupun Skrining Denver II. Keduanya merupakan metode skrining untuk mendeteksi dini perkembangan anak.

Orang tua terutama ibu biasanya cenderung rajin mencocokkan milestones atau pencapaian perkembangan anak dengan pedoman KPSP atau Skrining Denver II. Terutama, perkembangan fisik mulai dari tengkurap, merangkak, sampai berjalan. Memangnya, apa sih, pentingnya memahami perkembangan fisik anak?

Mempengaruhi area perkembangan lain

Menurut Fransiska Dewi, tutor Diploma Montessori dari Sunshine Teachers’ Training, perkembangan fisik mempengaruhi tipe perilaku anak yang mungkin terjadi. Selain itu, perkembangan fisik mempunyai efek penting dalam area perkembangan lain seperti kognitif serta sosial dan emosional anak. Perkembangan fisik juga mempunyai berpengaruh terhadap konsep diri dan harga diri anak, lho.

Perkembangan fisik sendiri adalah proses berkelanjutan dari pembuahan sampai dewasa yang pada dasarnya terkonsentrasi pada perolehan keterampilan motorik kasar dan halus. Termasuk, kemampuan anak mengontrol tubuhnya.

Kategori keterampilan fisik anak

Perkembangan dan perolehan keterampilan fisik dapat diringkas ke dalam dua hal, yakni motorik kasar dan motorik halus. Perkembangan motorik kasar adalah kemampuan anak menggunakan otot besar. Contohnya, berlari, melompat, dan memanjat. Sementara, perkembangan motorik halus adalah kemampuan anak menggunakan otot kecil, khususnya tangan dan jari-jari mereka. Misalnya, menulis, menggunting, melukis, melambai, dan bertepuk tangan.

Ada pula keterampilan manipulatif motorik kasar. Yakni, keterampilan menggunakan otot besar dengan memanipulasi objek. Contohnya, menendang bola, memanjat, atau naik sepeda. Di sisi lain, keterampilan manipulatif motorik halus mengacu pada penggunaan otot kecil dengan manipulasi objek. Misalnya, menulis, melukis, atau menggunting.

Selain keempat kategori di atas, ada juga locomotion atau kemampuan untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain, keseimbangan, juga koordinasi mata dan tangan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik anak

Pada prinsipnya, perkembangan fisik anak berjalan dalam rangkaian urutan. Artinya, seorang anak harus dapat melakukan hal sederhana dulu sebelum ia dapat melakukan hal yang kompleks.

Selain itu, hal yang perlu kita ingat sebagai orang tua, perkembangan fisik bisa berbeda dari satu anak dengan anak lainnya tergantung pada gen dan pengalaman yang diperoleh selama proses perkembangan. Fransiska pun mengungkapkan, sejumlah faktor mempengaruhi perkembangan fisik anak.

Kelahiran prematur

Ini karena tumbuh kembang bayi prematur harus mengacu pada penyesuaian usia. Yakni, dengan menghitung jarak antara usia kelahiran dengan hari perkiraan lahir sebenarnya. Kemudian orang tua perlu mengurangi umur bayi dengan angka yang didapat. Tentu kondisi tersebut mempengaruhi perkembangan fisik bayi prematur dibandingkan dengan bayi-bayi yang lahir normal.

Kesehatan atau gaya hidup ibu selama kehamilan

Gaya hidup sehat atau tidak selama proses kehamilan akan sangat berpengaruh pada perkembangan fisik anak. Ibu yang mengonsumsi penganan berbahaya saat hamil, misal, konsumsi makanan mentah atau setengah matang, dapat berisiko melahirkan bayi prematur.

Faktor sosial

Yakni, tempat anak tinggal. Misal, anak yang selalu terkungkung di dalam rumah tentu memiliki perkembangan yang berbeda dengan mereka yang diberikan kesempatan untuk banyak bermain di luar ruangan.

Penyakit jangka panjang

Penyakit berat yang diderita anak di masa kecilnya tentu akan mengganggu perkembangan fisiknya karena kesempatan untuk mengeksplorasi dan bergerak aktif sangat berkurang.

Minimnya rasa aman dan kasih sayang

Anak yang kurang rasa aman dan kasih sayang akan mencapai milestones dengan terlambat karena kurang percaya diri.

Faktor budaya

Misal, dalam budaya tertentu, anak bayi harus dibedong sehingga gerakannya lebih terbatas dibandingkan anak yang tidak dibedong.

Nutrisi

Asupan makanan yang diberikan di usia dini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisiknya. Misal, asupan kaya zat besi akan membuat anak lebih aktif dan bertenaga juga meningkatkan kekebalan tubuhnya.

Faktor lingkungan anak berada

Jika anak berada dalam lingkungan yang banyak terjadi bencana alam seperti tsunami atau gempa, hal itu akan mempengaruhi perkembangan fisiknya.

Ingin tahu perkembangan fisik anak berdasarkan usianya? Simak juga artikel Perkembangan Fisik Anak Usia 2-5 Tahun.

Referensi lain: Kuesioner Praskrining Perkembangan (KPSP) Anak oleh Meita Dhamayanti pada Sari Pediatri (Vol. 8, No. 1)

(Febi/Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.