Di Balik Isengnya Tangan Si Kecil

By Febi Purnamasari | Published 26th March 2018

Pengalaman menyentuh benda adalah cara anak balita belajar tentang lingkungannya

Di manapun ia berada, anak balita sangat suka menyentuh berbagai hal di sekitarnya. Ia juga tak membedakan benda-benda yang disentuhnya baik itu kotor, mudah pecah, maupun bernyawa. Tak sekadar menyentuh, ia juga berkeinginan untuk menarik, mengambil, bahkan memasukkannya ke mulut. Tahukah, Ayah dan Ibu, di balik isengnya tangan si kecil, ada rasa ingin tahu yang begitu besar. Yap, ini adalah cara anak balita belajar tentang lingkungannya.

Mungkin ia mendengar frasa seperti “jangan pegang” berulang kali. Namun kenyataannya, ia belum dapat mengikuti instruksi tersebut hingga (paling cepat) berusia satu setengah tahun. Untuk dapat mengikutinya, anak balita membutuhkan pengendalian diri, sesuatu yang perlu dipelajari selama berbulan-bulan kehidupannya.

“Tapi kan, di antara benda-benda yang ingin ia sentuh, ada pula yang berbahaya…”

Inilah hal yang harus diperhatikan orang tua. Ayah dan Ibu pun dapat melakukan sejumlah hal.

Antisipatif saat si kecil bereksplorasi

Pastikan benda-benda yang berada dalam jangkauan si kecil aman untuk disentuh. Ayah dan Ibu juga bisa selangkah lebih maju saat anak bereksplorasi. Misal, bila ia ingin membalikkan cangkir berisi susu, segera ambil, lalu biarkan ia menyeruput isinya.

Sibukkan tangan anak

Saat tengah berbelanja, Ayah atau Ibu tentu tak ingin si kecil mengacaukan produk-produk yang sudah terpajang rapi di rak supermarket, kan? Kalian pun dapat melakukan sejumlah trik. Contohnya, dudukkan anak pada troli dan biarkan ia memegang sekotak sereal. Ibu juga bisa meminta bantuannya untuk menaruh berbagai barang belanjaan ke dalam keranjang.

Ajarkan benda-benda tertentu tidak boleh disentuh

Ketika anak hendak menyentuh benda-benda yang membahayakan, Ibu bisa mengalihkannya pada hal lain. Ingat, terapkan larangan seperti frasa, “jangan sentuh” untuk benda yang benar-benar membahayakan diri agar si kecil benar-benar memaknainya.

Jangan lupa berikan ia pujian ketika mau mendengarkan instruksi dari Ayah atau Ibu. Seperti dengan berkata, “Bagus!” atau “Good job!”

Sembari diawasi, biarkan anak menyentuh benda

Ketimbang banyak melarang si kecil dan menekan rasa ingin tahunya, Ayah dan Ibu dapat memberikannya kesempatan menyentuh benda-benda tertentu di bawah pengawasan kalian.

  • Ketika si kecil ingin menyentuh pakaian yang sudah dilipat rapi, segera pindahkan tumpukannya, namun sisakan sedikit baju untuk ia mainkan.
  • Saat anak ingin memencet-mencet remot televisi, berikan remot pengganti tanpa baterai.
  • Anak ingin mencoba key-board Ayah saat sedang bekerja? Simpan dulu pekerjaanmu dengan aman lalu dudukkan si kecil di pangkuan dan biarkan ia ‘mengetik’ dengan key-board.
  • Jika anak ingin menekan tombol lift, angkat tubuhnya dan biarkan ia memencet satu tombol saja.

Selain ‘iseng’ menyentuh benda-benda, masih banyak polah balita lainnya yang menimbulkan tanda tanya, bukan? Sebut saja membuka dan menutup benda juga mengosongkan wadah. Kita akan bahas alas an di baliknya dalam artikel Menilik Polah Anak Balita.

Referensi: What To Expect The Second Year oleh Heidi Murkoff dan Sharon Mazel

(Febi/Dok. Pixabay)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.