Cara Mudah Menyalurkan Stres Anak

By Febi Purnamasari | Published 30th April 2018

Kegiatan yang mungkin kita anggap ‘mengganggu’ ternyata sangat berpengaruh terhadap kecerdasan juga kemampuan anak menyalurkan stres (Dok. Pixabay)

Bagaimana perasaan Ibu saat melihat anak main-main air atau berkotor-kotor ria dengan pasir? Rasanya mungkin gemas ingin cepat-cepat menjauhkan atau membersihkannya, ya. Alasannya mulai dari takut anak masuk angin sampai penampakan rumah yang bikin Ibu sakit kepala.

Tahukah, Bu, menurut Spesialis Anak Usia Dini Rosalynn, kegiatan yang mungkin kita anggap ‘mengganggu’ tadi ternyata sangat berpengaruh terhadap kecerdasan juga kemampuan anak menyalurkan stres.

“Banyak orang tua yang melarang anak bermain air. Betul, kita bisa masuk angin atau menghambur-hamburkan air. Tapi, mungkin saja hanya air yang bisa memenuhi kebutuhan si anak. Main pasir, berantakan di rumah, di mana-mana ada pasir. Tapi, ada sisi kebutuhan anak untuk diisi oleh pasir tersebut,” jelas perempuan yang akrab disapa Rosa ini kepada Parentalk.

Cara mudah menyalurkan stres anak

Ketika anak-anak stres di usia yang sangat muda, mereka cenderung meluapkannya lewat tangisan, tantrum, melempar barang atau badan, berguling, susah makan, bahkan alergi.

Rosa juga berpendapat, ada kalanya anak membutuhkan cara untuk menyalurkan stres yang sulit untuk mereka keluarkan. Ragam kegiatan di bawah ini pun dapat membantunya memenuhi kebutuhan tersebut.

Mengecat warna

Selain dapat mewakili suasana hati, kegiatan mengecat warna juga melatih kemampuan matematika si kecil. Misalnya dengan mengestimasi frekuensi mengecat juga banyaknya cat yang perlu diambil ketika habis.

Bermain pasir

Ibu bisa mengajak anak untuk merasakan jari-jarinya masuk ke dalam sebuah wadah berisi pasir. Khasiatnya sama, yakni melepaskan stres. Rosa pun menyarankan orang dewasa untuk melakukannya juga.

“Itu seolah-olah seperti magnet yang mengeluarkan permasalahan kamu hari ini. Kamu mulai mengaduknya, kamu bisa memasukkannya ke container, kamu buang, atau kamu mengubur sesuatu. Nah, itu semua ada hubungannya dengan apa yang anak-anak itu rasakan,” jelas perempuan yang merupakan pendiri Montessori Haus Asia ini.

Kamu juga bisa melakukan aktivitas tuang-menuang dengan pasir. Rosa menambahkan, “Ketika ia menuang pasir, itu enak rasanya. Kenapa? Secara enggak sadar, semua permasalahan ia kaluarkan dalam pasir itu.”

Nilai plus lainnya dari kegiatan tersebut, lagi-lagi anak dapat mengasah kemampuan matematikanya. Seperti belajar menakar volume, estimasi, juga presisi.

Membuat teh

Ketika anak menuang air sendiri dari botol atau pitcher (bukan dari dispenser), ia akan merasakan sensasi yang menenangkan. Begitu juga, saat ia mengaduk-ngaduk gula agar larut dalam tehnya.

Bermain tekstur kental

Tekstur ini bisa Ibu dan anak ciptakan dari bahan-bahan sederhana. Seperti pasir, tepung maizena, atau terigu yang ditambahkan air.

“Semakin kental, itu semakin dalam apa yang anak butuhkan untuk dikeluarkan,” jelas Rosa.

Menuang kacang-kacangan

Coba minta anak untuk memindahkan kacang-kacangan ke wadah kaca dengan sendok sayur. Lalu, dengarkanlah suara apik yang ditimbulkan.

Lewat cara-cara sederhana tadi, orang tua dapat membantu anak menyalurkan stres sekaligus menstimulasi kecerdasannya. Selamat mencoba di rumah, Bu!

(Febi/Dok. Pixabay)

Share This: