Waktu yang Tepat untuk Babymoon

By Febi Purnamasari | Published 26th March 2018

Menurut para dokter, bumil yang sehat paling aman berpergian pada pertengahan masa kehamilan (Dok. Pixabay)

Kehamilan kamu telah memasuki trimester kedua. Jika ingin melakukan babymoon atau bulan madu bersama pasangan sebelum melahirkan si kecil, inilah saat yang tepat. Pasalnya menurut para dokter, bumil yang sehat paling aman berpergian pada pertengahan masa kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan rawan keguguran, sementara pada trimester ketiga, rawan persalinan prematur.

Bila mau menentukan waktu yang tepat untuk babymoon, simak dulu berbagai pertimbangan berikut ini, yuk!

Perhatikan aturan maskapai penerbangan

Maskapai penerbangan memperbolehkan ibu hamil dengan usia kandungan hingga 27 minggu untuk terbang tanpa surat keterangan dokter. Meski begitu, bumil harus menandatangani surat pernyataan yang membebaskan perusahaan penerbangan dari segala risiko pada Ibu akibat menempuh perjalanan udara.

Untuk merencanakan babymoon, sejumlah hal harus kamu beserta pasangan perhatikan juga persiapkan agar perjalanan berjalan aman juga nyaman.

Konsultasikan rencana berpergian ke dokter kandungan

Jelaskan lebih jauh mengenai lokasi tujuan berikut durasi perjalanan maupun saat babymoon. Dari keterangan tersebut, dokter akan memutuskan babymoon ke tempat tujuan diperbolehkan atau tidak. Dokter akan mengacu pada kesehatan kandungan ibu juga ada tidaknya penyakit endemis di lokasi tujuan yang membahayakan ibu hamil serta janinnya.

Apalagi, dalam kondisi hamil, Ibu tidak boleh mendapatkan vaksin hidup sebagai pencegahannya. Misal, vaksin penyakit campak, rubella, gondongan, dan cacar air.

Selain itu, ada kondisi di mana bumil tidak diperbolehkan naik pesawat terbang, yaitu bila mengidap anemia berat, kelainan sel darah merah, plasenta lemah, dan memiliki riwayat penggumpalan darah. Ikuti anjuran dokter terkait rencana perjalanan kamu dan pasangan, ya.

Jangan lewatkan tes prenatal yang penting

Sejumlah tes biasanya harus dilakukan tepat pada minggu kehamilan tertentu. Misal, pemeriksaan down syndrome pada minggu ke-9 sampai ke-13, chorionic villus sampling (untuk mendeteksi kelainan kromosom) pada minggu ke-10 sampai ke-12, pemeriksaan cairan ketuban (guna mengecek kesehatan janin) pada minggu ke-16 sampai ke-20, dan sebagainya.

Jadi, pastikan kamu sudah melengkapi atau tidak akan melewatkan tes-tes penting selama kehamilan sebelum babymoon dengan pasangan.

Pertimbangkan hal-hal ini sebelum babymoon

Bawa buku kesehatan

Buku ini seharusnya sudah merangkum kronologi pemeriksaan kehamilan dan data diri yang mencakup usia, golongan darah, nama juga kontak dokter yang menangani, tanggal menstruasi terakhir, hari perkiraan lahir, riwayat kehamilan sebelumnya, hasil tes-tes kehamilan, riwayat operasi dan kesehatan, faktor risiko pada penyakit tertentu, dan hal lainnya yang menyangkut kondisi kehamilan Ibu.

Pastikan fasilitas kesehatan di lokasi babymoon

Kamu dan pasangan bisa mencari tahu rumah sakit terdekat dengan tempat kalian menginap atau berwisata untuk mengantisipasi situasi darurat.

Lokasi babymoon tidak terlalu jauh

Hindari perjalanan yang memakan waktu lama dan melelahkan. Misal, perjalanan udara ke New York yang memakan waktu 18 jam. Selain risiko terkena jetlag, ibu hamil bisa sangat kelelahan.

Menurut para dokter, bumil yang sehat paling aman berpergian pada pertengahan masa kehamilan (Dok. Pixabay)

Sesuaikan dengan musim di lokasi babymoon

Jika pergi ke daerah musim berbeda, pastikan bumil sehat dan bugar agar tidak mudah sakit. Selain itu, bawa baju dan sepatu nyaman sesuai dengan cuaca dan kondisi di tempat tujuan.

Bawa vitamin atau obat yang dibutuhkan

Siapkan obat atau vitamin selama kehamilan yang kadarnya dapat memenuhi kebutuhan kamu selama babymoon. Sebaiknya obat-obatan yang diresepkan dokter berada dalam wadah aslinya.

Bila bawaan diperiksa, kamu bisa membuktikan obat-obatan yang dibawa sesuai dengan resep dokter. Untuk mengantisipasi kehilangan obat, resep dokter juga bisa dibawa.

Perhatikan keamanan berhubungan seks

Meski suasana hati dan gairah ibu sudah kembali pada trimester kedua, pastikan aktivitas seksual berlangsung aman. Seperti hindari ejakulasi di dalam dan praktikkan posisi seks yang aman seperti woman on top. Namun, hubungan seks harus dibatasi apabila ibu hamil mengalami gangguan jantung berat dan kelainan letak plasenta.

Saat babymoon, hubungi dokter bila ibu hamil mengalami pendarahan, kontraksi, pandangan kabur, kram atau nyeri perut, sakit kepala, bengkak berlebihan, atau janin tidak terasa gerakannya selama beberapa jam.

Referensi:

  • Artikel “Eight steps for safe travel during pregnancy” pada situs BabyCenter
  • 9 Bulan yang Menakjubkan oleh Bonny D. Hall, dkk.

(Feb/ Dok. Pixabay)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.