Kapan Pertama Kali Memberikan Protein Hewani pada Anak?

By Febi Purnamasari | Published 17th October 2018

Penundaan pemberian ikan dan telur sampai usia satu tahun justru tidak berguna untuk mencegah alergi (Dok. Shutterstock)

Salah satu hal yang saya sesali sebagai ibu adalah tidak memberikan anak-anak protein hewani sedini mungkin ketika mulai menyantap makanan pendamping ASI (MPASI). Penyebabnya, saya khawatir pengenalan protein hewani seperti daging, telur, dan ikan laut dapat mencetus alergi pada mereka. Tetot! Ternyata saya salah besar. Pasalnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), dan Akademi Pediatri Amerika (AAP), protein hewani justru harus dikenalkan pada bayi sedini mungkin.

Tunda pemberian daging hanya mitos

Anggapan di bawah ini pun sering kali diyakini banyak ibu saat mulai memberikan MPASI.

  • Berikan sumber karbohidrat saja dan tunda pemberian daging sampai usia 8-10 bulan.
  • Tunda pemberian ikan dan telur sampai usia 1 tahun.

Faktanya, kedua anggapapan tersebut hanyalah mitos dan dipatahkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui situs resminya.

Menurut IDAI, tidak ada urutan tertentu dalam pemberian MPASI. Karbohidrat, protein (daging, ayam, telur, dan ikan), sayuran, dan buah-buahan dapat diberikan sejak bayi berusia enam bulan. Selain itu, penundaan pemberian ikan dan telur sampai usia satu tahun justru tidak berguna untuk mencegah alergi.

Penundaan makanan pencetus alergi tidak mencegah food allergy

Sementara itu, dr.Purnamawati S.Pujiarto, SpAK, MMPed alias dr. Wati menegaskan bahwa alergi makanan adalah kasus yang jarang. Ketika berberkonsultasi mengenai kenaikan berat badan si bungsu yang sangat irit, saya pun ditegur olehnya karena terlambat memberikan protein hewani. Dulu, saya baru berani memberikan daging dan ikan saat Si Kecil berusia tujuh bulan.

Dokter yang merupakan pendiri Yayasan Orang Tua Peduli itu berpendapat, protein hewani khususnya daging merah dan ikan laut harus diberikan segera di minggu kedua bayi menyantap MPASI. Sebelum itu, ia menyarankan makanan pertama bayi bukanlah buah, melainkan beras. Tekstur beras dapat berupa bubur lembut semi kental (puree) yang dicampur ASI perah.

Pendapat sebelumnya juga didukung temuan AAP. Yakni, tak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menunda pemberian makanan pecentus alergi hingga bayi berusia di atas enam bulan dapat mencegah alergi makanan. Jika Ibu meyakini Si Kecil memiliki reaksi alergi terhadap makanan seperti diare, ruam, atau muntah, konsultasikan mengenai pilihan diet terbaik untuk Si Kecil pada dokter anak.

Pahami prinsip three day rule

Selain itu, dr. Wati mengingatkan, konsep three day rule hanya berlaku untuk protein yang secara empiris terbukti sering menimbulkan alergi makanan. Misal, tanggal 4 Oktober anak pertama kali makan ikan kakap dan belum pernah makan hidangan laut lainnya seperti udang dan tuna. Maka, tanggal 5-6 Oktober, jangan berikan tuna dan udang pada Si Kecil. Pada saat itu, Ibu sebaiknya memberikan protein hewani lain yang sudah dikonsumsi sebelumnya.

Untuk lebih jauh mengetahui pentingnya pemberian daging-dagingan pada anak yang baru belajar makan, simak juga artikel Alasan Daging Perlu Diberikan Sedini Mungkin pada Si Kecil.

Referensi:

  • Artikel “Starting Solid Foods” pada Healthy Children
  • When can my baby eat meat?” pada Baby Center
  • “Makanan Pendamping ASI (MPASI)” pada IDAI

(Febi/Dok. Shutterstock)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.