Kategori Masa Peka dalam Montessori

By Febi Purnamasari | Published 8th May 2018

Kenali Masa Peka Anak untuk Optimalkan Kecerdasannya

Setelah memahami artikel Tahap Perkembangan dan Masa Peka Montessori, kali ini Ayah dan Ibu dapat mengetahui lebih jauh kategori masa peka anak sejak lahir hingga berusia enam tahun berdasarkan temuan Dr. Maria Montessori.

Masa peka harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin karena bersifat sementara dan kesempatan ini tidak datang dua kali. Jika orang tua dan guru dapat memanfaatkan masa-masa peka yang dilalui anak dengan sebaik-baiknya, mereka akan mendukung proses belajar lebih efektif.

Berikut penjabaran masa peka berdasarkan buku Membesarkan Anak Hebat dengan Metode Montessori karya Tim Seldin.

Gerakan (0-1 tahun)

Gerakan acak bayi menjadi terkoordinasi dan terkontrol saat ia belajar meraih, menyentuh, memutar, menyeimbangkan diri, merangkak, dan berjalan.

Bahasa (0-6 tahun)

Berawal dari celotehan dan suara-suara, kemampuan bayi berkembang dari gumaman menjadi kata, frase, lalu kalimat. Pada masa peka ini, mereka sangat memperhatikan perkataan dan cara kita mengucapkannya. Tanpa diduga, mereka menuturkan bahasa dengan logat yang sama.

Benda kecil (1-4 tahun)

Anak-anak menyukai benda-benda dan detil-detil kecil saat koordinasi mata-tangannya meningkat menjadi lebih baik dan akurat.

Keteraturan (2-4 tahun)

Ketika Ayah atau Ibu menaruh barang tidak pada tempat biasanya, anak akan merasa risih dan akan meminta atau berusaha mengembalikannya ke posisi semula. Inilah salah satu contoh nyata masa peka keteraturan. Segala sesuatu harus berada di tempatnya. Tahapan ini ditandai dengan kecintaan anak terhadap rutinitas juga keinginan akan konsistensi dan pengulangan.

Musik (2-6 tahun)

Jika musik menjadi bagian dari keseharian anak, ia secara spontan akan tertarik pada perkembangan titinada, ritme, dan melodi.

Masalah toilet (18 bulan-3 tahun)

Saat sistem saraf berkembang lebih baik dan terintegrasi, anak akan belajar untuk mengontrol aktivitas buang air kecil dan buang air besarnya.

Keramahan dan sopan santun (2-6 tahun)

Anak-anak suka meniru perilaku sopan santun dan baik budi yang akan turut membentuk karakter serta kepribadiannya.

Indra (2-6 tahun)

Pendidikan tentang indra dimulai sejak lahir, namun sejak usia 2 tahun, anak akan takjub dengan pengalaman indranya mulai dari rasa, suara, sentuhan, dan aroma.

Menulis (3-4 tahun)

Montessori menemukan, kemampuan menulis muncul lebih dulu ketimbang membaca dan diawali dengan usaha meniru huruf maupun angka menggunakan pensil juga kertas.

Membaca (3-5 tahun)

Anak-anak menunjukkan ketertarikan spontan pada simbol dan suara yang mereka hasilkan. Tak lama kemudian, mereka akan mengucapkan kata-kata berdasarkan simbol dan suara tersebut.

Hubungan ruang (4-6 tahun)

Ketika anak mulai mengembangkan pemahamannya tentang ruang, ia akan semakin pandai menyusun puzzle yang rumit sekalipun.

Matematika (4-6 tahun)

Montessori menemukan cara untuk memberi anak pengalaman matematika yang nyata dalam masa peka mereka terhadap angka dan jumlah.

Perlu dicatat, awal dan akhir masa peka kerap berbeda antaranak. Karena itulah, orang tua perlu melihat lebih jeli dan merespons anak-anak secara individual. Berbekal hasil pengamatan tersebut, orang tua dapat menyiapkan lingkungan dan kegiatan yang mendukung masa pekanya.

(Febi/ Dok. Pixabay)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.