Ide Aktivitas Montessori di Rumah

By Febi Purnamasari | Published 29th October 2018

 Metode Montessori menyarankan orang tua untuk rutin menghadirkan tema-tema yang berbeda secara berkala dalam keseharian buah hati (Dok. Instagram/angelamomtessori)
(Dok. Instagram/angelamomtessori)

Bosan mengajak si kecil main ke mall terus atau ia tipe yang mudah bosan dengan mainannya? Beragam kegiatan montessori bisa lho dilakukan di rumah melalui kegiatan sederhana berikut yang Parentalk rangkum dari MOMtessori Life.Aktivitas dalam berbagai area Metode Montessori seperti keterampilan hidup, indra, bahasa, matematika, dan budaya dipercaya dapat mengasah kecerdasan anak. Dalam penerapannya, metode ini menyarankan orang tua untuk rutin menghadirkan tema-tema yang berbeda secara berkala dalam keseharian buah hati. Kegiatan tematik Montessori juga dapat mengasah motorik halus anak serta aspek-aspek kecerdasan lainnya.

Mencocokkan gambar

Ibu bisa mencetak gambar masing-masing dengan dua salinan. Gunting gambar-gambar tersebut dalam ukuran kartu remi dan minta anak untuk menyocokkan gambar yang sama. Selain mencetak gambar, Ibu juga bisa menempelkan stiker ornamen pada kertas karton yang telah digunting. Bila si kecil suka mengupas stiker, Ibu bisa melaminatingnya terlebih dulu.

 Metode Montessori menyarankan orang tua untuk rutin menghadirkan tema-tema yang berbeda secara berkala dalam keseharian buah hati (Dok. Instagram/angelamomtessori)
(Dok. Instagram/angelamomtessori)

Kegiatan sensoris ini tergolong permainan konsentrasi. Menurut Pendiri Yayasan Montessori Tim Seldin dalam bukunya Membesarkan Anak Hebat dengan Metode Montessori, permainan konsentrasi membantu anak mengembangkan daya ingat visual dan keterampilan mengenal pola-pola. Biasanya anak-anak usia 3-5 tahun dapat menikmati permainan menyocokkan gambar.

Memindahkan lonceng mini dengan sendok

Kamu juga bisa menyediakan aktivitas spooning transfer dengan jingle bells mini aneka warna. Wadah yang digunakan dapat berupa mangkuk atau ember kaleng kecil. Sendoknya tentu harus pas di tangan buah hati. Selain menyuguhkan sensasi yang berbeda, gemerincing lonceng yang dipindahkan dari satu wadah ke wadah lainnya akan mengasah indra pendengaran si kecil. Aktivitas keterampilan hidup ini cocok untuk anak usia 3 tahun ke atas.

 Metode Montessori menyarankan orang tua untuk rutin menghadirkan tema-tema yang berbeda secara berkala dalam keseharian buah hati (Dok. Instagram/angelamomtessori)
(Dok. Instagram/angelamomtessori)

Memindahkan benda dengan capit

Manfaatkan penghapus bergambar yang bisa Ibu temukan di pasaran. Sediakan capit kecil dan wadah untuk diisi penghapus-penghapus tersebut. Lalu, sertakan juga wadah identik lainnya atau dapat berupa ice tray.

Metode Montessori menyarankan orang tua untuk rutin menghadirkan tema-tema yang berbeda secara berkala dalam keseharian buah hati (Dok. momtessorilife.com)
(Dok. momtessorilife.com)

Aktivitas mencapit penghapus dapat melatih pincer grip atau kemampuan anak menjumput yang nantinya berguna dalam rutinitas menulis di sekolah. Sebagian anak berusia 2 tahun dapat melakukan kegiatan ini.

Bila anak Ibu berusia 3 tahun ke atas, anak dapat menggunakan ice tray untuk mempraktikkan konsep korespondensi satu per satu (one-to-one correspondence).

Metode Montessori menyarankan orang tua untuk rutin menghadirkan tema-tema yang berbeda secara berkala dalam keseharian buah hati (Dok. momtessorilife.com)
(Dok. momtessorilife.com)

Menggantungkan kaos kaki

Siapkan beberapa buah pengait pakaian dan sejumlah kaos kaki dalam satu wadah. Minta si kecil untuk mengaitkan masing-masing satu kaos kaki pada tiap pengait sampai tuntas. Agar lebih seru, anak juga bisa mengisi tiap kaos kaki dengan ornamen. Aktivitas ini cocok untuk anak usia 3 tahun ke atas.

Metode Montessori menyarankan orang tua untuk rutin menghadirkan tema-tema yang berbeda secara berkala dalam keseharian buah hati (Dok. momtessorilife.com)
(Dok. momtessorilife.com)

Menghitung dengan lonceng mini ala Montessori

Cetak kartu berhitung seperti pada gambar. Jangan lupa untuk melaminating kertasnya agar tidak mudah robek. Siapkan jingle bells mini dalam wadah lalu ajak anak untuk meletakkan lonceng-lonceng kecil tersebut pada gambar kotak yang tersedia sambil berhitung. Jangan lupa untuk memperkenalkan angka di atasnya sesuai jumlah lonceng yang dihitung.

“1 lonceng, 2 lonceng… Ada 2 lonceng. Ini angka 2.”

Kegiatan ini dapat diperkenalkan pada anak berusia 4 tahun ke atas.

Metode Montessori menyarankan orang tua untuk rutin menghadirkan tema-tema yang berbeda secara berkala dalam keseharian buah hati (Dok. momtessorilife.com)
(Dok. momtessorilife.com)

Membungkus kado

Siapa sangka aktivitas sederhana seperti membungkus kado memenuhi prinsip-prinsip Metode Montessori. Biarkan anak membungkus sebuah kardus berukuran sedang dengan kertas kado dan selotip. Jangan lupa awasi penggunaan gunting oleh si kecil. Sebagian anak berusia 4 tahun sudah mampu melakukan aktivitas yang mengasah motorik halus ini. Seperti apapun hasilnya, hargai upayanya untuk mencoba ya, Bu!

Metode Montessori menyarankan orang tua untuk rutin menghadirkan tema-tema yang berbeda secara berkala dalam keseharian buah hati (Dok. Pixabay)
(Dok. Pixabay)

Ibu hanya perlu menyediakan perlengkapan sederhana untuk merancang aktivitas dari berbagai area dalam Metode Montessori. Tak perlu mainan mahal untuk merangsang kecerdasan si kecil, bukan? Apalagi permainannya dapat disesuaikan dengan tema perayaan internasional dan tradisional yang tengah berlangsung. Dengan begitu, orang tua dapat menanamkan rasa kagum dan ingin tahu buah hati pada kebudayaan yang berbeda-beda.

Referensi: Membesarkan Anak Hebat dengan Metode Montessori oleh Tim Seldin

(Febi/ Dok. Pixabay, Instagram/angelamomtessori & momtessorilife.com)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.