Hal yang Dilakukan Saat Istri Melahirkan

By Febi Purnamasari | Published 2nd May 2018

alih-alih ikutan panik, sebenarnya Ayah bisa melakukan banyak hal untuk menyamankan Ibu yang melahirkan (Dok. Pixabay)

Kepanikan saat istri melahirkan merupakan hal yang natural. Namun alih-alih ikutan panik, sebenarnya banyak yang bisa Ayah lakukan untuk menenangkan Ibu. Salah satunya dengan mengetahui dulu hal berikut. Yuk, kita pelajari sama-sama!

Kala I atau fase pembukaan

Tahapan pertama persalinan normal, yaitu adanya pembukaan leher rahim (0-10 sentimeter) yang merupakan jalan lahir bayi. Ada dua fase dalam tahapan ini.

Fase laten (pembukaan 0-3 sentimeter)

Biasanya di fase laten (pembukaan 0-3 sentimeter), Ibu masih bisa menoleransi rasa sakit karena jeda kontraksi masih panjang dan rasanya mirip dengan nyeri menstruasi. Ayah bisa melakukan hal-hal sebagai berikut.

  • Tetap berada di rumah bersama istri karena ruang gerak rumah sakit terbatas dan adanya kemungkinan ia menerima intervensi medis. Hal tersebut dikhawatirkan membuatnya semakin gugup.
  • Siapkan air hangat agar istri bisa mandi. Air bersuhu 36-37 derajat celcius dapat meringankan rasa sakit saat kontraksi juga menyamankan ibu saat melalui persalinan. Berendam air hangat juga membuat vagina lebih elastis sehingga mengurangi robekan perineum.
  • Ajak istri untuk makan secukupnya untuk menyuplai energi selama persalinan. Semakin waktu makan ditunda, ia semakin tidak berselera nantinya. Jika memungkinkan, belikan istri makanan yang diinginkan untuk sedikit memantik nafsu makan. Tak hanya ibu, kamu juga perlu makan secukupnya, Yah!
  • Catat durasi dan frekuensi kontraksi. Bila kontraksi berlangsung lebih lama dan jedanya semakin singkat, itu berarti pembukaan telah bertambah.

Fase aktif (pembukaan 3-10 sentimeter)

  • Ketika nyeri kontraksi semakin tak nyaman dan istri terlihat tersiksa, Ayah bisa mulai beranjak ke rumah sakit. Pastikan tas berisi berbagai keperluan Ibu dan baju bayi untuk pulang nanti sudah dibawa. Bawa gym-ball dan matras bila istri membutuhkannya untuk melalui persalinan secara aktif
  • Saat istri ditangani oleh bidan di rumah sakit, Ayah dapat mulai menangani administrasi persalinan dan rawat jalan.
  • Bila istri berkenan, kamu bisa memijat tubuhnya untuk menyamankan dan mengalihkannya dari rasa sakit.
  • Temani istri melakukan persalinan aktif, misalnya dengan berjalan-jalan di lorong rumah sakit, naik dan turun tangga, atau membantunya bergoyang lembut di atas gym-ball.
  • Bantu istri menemukan posisi yang nyaman. Minta ia duduk di matras yang telah dibawa bila bed rumah sakit terlalu tinggi baginya.
  • Mengingatkan istri untuk minum agar ia tetap terhidrasi. Jangan lupa, kamu juga perlu minum untuk menjaga stamina.
  • Ciptakan ketenangan saat kontraksi semakin kuat. Misal, dengan tidak berbicara sepatah kata atau menyentuh istri. Ini karena beberapa perempuan hanya ingin fokus dan tak ingin terganggu dengan percakapan saat persalinan kian berkembang.
  • Tetap tenang menyikapi perlakuan istri. Setiap perempuan memiliki cara masing-masing untuk menghadapi rasa sakit. Ada ibu yang tak ingin disentuh sama sekali dan diam saja sambil mengatur napasnya. Namun, ada juga perempuan yang mencengkram kuat, mencakar, berteriak, bahkan memaki suaminya. Ayah tak perlu panik ataupun menjadi baper. Soalnya, nyeri persalinan memang begitu luar biasa dan tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Tapi ingatlah, istri tetap membutuhkanmu untuk tetap berada di dekatnya selama persalinan.

Lalu, apa saja yang perlu kamu lakukan saat pembukaan istri sudah lengkap? Selain itu, apa saja hal yang perlu suami lakukan Saat Istri Sudah Bukaan Lengkap? Cari tahu di artikel berikutnya, ya!

Referensi:

  • Melahirkan Tanpa Rasa Sakit dengan Metode Relaksasi HypnoBirthing oleh Evariny Andriana
  • Artikel “Dad’s role during labour and birth” pada National Childbirth Trust UK

(Febi/Dok. Pixabay)

Share This: