Empat Stimulasi Untuk Melatih Bayi Belajar Duduk

By Putu Dyah | Published 24th April 2018

Kamu pasti selalu penasaran dong sama perkembangan anak, terutama di tahun pertama kehidupannya. Salah satu milestone yang paling ditunggu adalah waktu bayi belajar duduk sendiri. Dengan kemampuan duduk, bayi akan semakin leluasa mengeksplor mainan dan melihat dunia sekitarnya dengan pandangan lebih luas.

Sebenarnya sejak baru lahir, bayi dapat diposisikan seperti duduk, yaitu dengan menempatkannya di pangkuan Ayah dan Ibu. Tapi untuk benar-benar belajar duduk, bayi harus punya kekuatan kontrol kepala dan otot leher. Kebanyakan bayi bisa melakukannya sejak usia 4-5 bulan sampai rentang usia 8-9 bulan. Tapi pastinya tergantung juga sama kemampuan tiap bayi.

Nah, buat ayah dan ibu yang anaknya sudah mulai memasuki fase ini, berikut beberapa cara yang bisa dicoba untuk melatih si kecil duduk sendiri:

Perbanyak tummy time

Dalam Mom Junction dijelaskan kalau tummy time atau bermain sambil tengkurap punya banyak manfaat buat bayi. Dengan bertumpu pada perut, bayi bisa melatih keseimbangan, koordinasi tubuh juga melatih kekuatan otot di leher dan punggungnya.

Kalau si kecil sudah melewati momen tummy time, coba beri pengalaman baru dengan latihan berguling. Caranya, posisikan bayi telentang terus geser kakinya ke arah samping. Ikuti dengan menggeser tangan, badan dan terakhir kepalanya.

Lewat gerakan ini, bayi akan tahu kalau dia bisa menarik badan dan mengubah posisinya. Lama-kelamaan dia akan penasaran buat mengangkat tubuhnya. Dengan makin banyak berlatih, bayi bakal semakin siap untuk duduk.

Siapkan mainan

Buat bayi yang masih menikmati tummy time, tempatkan mainan di sisi samping tubuhnya agar dia tertarik untuk berguling.

Kalau bayi kamu sudah di posisi duduk bersandar, coba beri mainan di depan kakinya. Biasanya bayi akan tertarik buat mengambil mainan. Jadi walaupun sebelumnya dia bersandar ke kamu, bisa saja tanpa sadar dia bergerak sendiri dan menahan posisi duduk dengan kedua tangannya.

Sensory board di dinding untuk melatih bayi duduk. (Dok: Pinterest)

Selain di depan kakinya, kamu juga dapat meletakkan mainan di posisi yang selevel dengan pandangan mata bayi saat dia duduk. Mainan seperti kaca atau sensory board, bisa membuat dia betah duduk. Cara ini akan menambah ketahanan tubuh si kecil untuk belajar duduk tanpa sandaran.

Manfaatkan alat bantu duduk

Kalau di rumah ada stroller, kamu bisa memanfaatkannya buat melatih bayi duduk. Caranya tempatkan si kecil di kereta dorong dan biarkan dia menikmati sensasi duduk.
Biar anak semakin tertarik, ceritakan berbagai hal yang dapat dia lihat dalam posisi duduk. Buat si kecil merasa nyaman dan senang dengan pengalaman barunya belajar duduk.

Semakin lama, kamu bisa semakin menegakkan sandaran stroller agar bayi terlatih menahan lehernya sendiri. Selain kereta dorong, kamu juga dapat memanfaatkan bantal-guling yang disusun-susun untuk jadi sandaran yang nyaman buat si kecil.

Selain stroller, si kecil juga dapat belajar duduk dengan memanfaatkan high chair. Misalnya, waktu lagi makan dan bermain sama Ayah dan Ibu, coba deh dudukkan dia di kursi ini. Kalau high chairnya masih kegedean, tambahkan bantal kecil di sekelilingnya untuk memantapkan posisi duduk si kecil.

Jadikan tubuh orangtua sebagai sandaran

Ayah dan Ibu juga bisa memanfaatkan tubuh sendiri buat sandaran si kecil. Caranya, saat lagi bermain, posisikan bayi di pangkuan atau di permukaan karpet lembut dengan badan kamu sebagai sandaran punggungnya.

Sambil duduk, ajak si kecil membaca buku atau bernyanyi sambil tepuk tangan. Dengan begitu bayi dapat belajar menjaga keseimbangannya.

Selama latihan, perhatikan kondisi bayi yaa. Kalau dia sudah menunjukkan tanda-tanda kecapekan, sebaiknya jangan dipaksakan. Pastikan kamu selalu waspada kalau posisi duduk bayi mulai enggak seimbang. Orangtua juga tidak perlu buru-buru melatih bayi buat duduk karena tiap bayi punya momen perkembangannya sendiri-sendiri. Jadi nikmati setiap kejutan milestone dari si kecil ya!

(Dyah/ Dok: Pinterest, Pixabay)

Share This: