Cara Tepat Menangani Mimisan

By Febi Purnamasari | Published 26th March 2018

nosebleed, mimisan

Saat anak mimisan, terkadang orang tua panik, termasuk saya. Pernah suatu ketika, hidung si sulung mengeluarkan darah setelah terbentur lantai. Karena belum tahu ilmunya, saya lantas setengah membaringkan si kakak sambil menyumbat lubang hidungnya dengan tisu. Ternyata cara ini keliru, Bu.

Penyebab mimisan

Menurut situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hidung merupakan organ yang kaya akan aliran darah. Pembuluh darah yang terdapat di hidung superfisial (terletak di dekat permukaan) dan tidak terlindungi oleh apapun. Dengan begitu, selaput lendir atau mukosa mudah teriritasi dan mengalami pendarahan apabila hidung mengalami trauma.

Mimisan pada anak-anak umumnya terjadi akibat perdarahan di bagian depan hidung (anterior). Sementara, perdarahan di bagian hidung belakang (posterior) jarang terjadi pada anak dan umumnya akibat kelainan pembekuan darah, tumor, atau peradangan.

Mimisan disebabkan oleh banyak hal dan terbagi ke dalam dua kategori.

Lokal

  • Idiopatik (penyebab tidak diketahui)
  • Trauma (mengupil, adanya benda asing, dan trauma pada wajah)
  • Peradangan (rinosinusitis dan rinitis alergi)
  • Tumor
  • Kelainan pembuluh darah bawaan
  • Kelainan anatomi
  • Obat (penggunaan topical decongestan yang salah)
  • Kekerasan terhadap anak
  • Gastroesophageal reflux (GERD/penyakit asam lambung)

Kelainan sistemik

  • Kelainan darah (hemofilia, leukemia, dan sebagainya)
  • Lingkungan (suhu yang dingin, kelembaban udara yang kurang, udara kering, perubahan ketinggian yang tiba-tiba, dan perubahan suhu secara mendadak)
  • Obat (pengencer darah)
  • Kegagalan organ (sirosis hepatis, uremia)
  • Hipertensi
  • Migrain

Dokter Spesialis Anak Herlina menambahkan, mimisan juga bisa terjadi pada kasus demam berdarah dan kelainan dalam hidung.

“Mimisan pada penyakit demam berdarah disebabkan oleh penurunan kadar trombosit. Contohnya lagi, kelainan dalam hidung seperti polip yang hanya tergesek sedikit dapat menimbulkan pendarahan,” jelas dr. Herlina, SpA dalam acara Halodoc Health Talkshow: Mitos dan Fakta Seputar Penyakit pada Anak, pertengahan Februari 2018.

Penanganan mimisan pada anak

Ketika mimisan, tundukkan kepala si kecil dan tekan pangkal hidungnya dengan tangan untuk menghentikan pendarahan. Hindari posisi berbaring karena aliran darah dikhawatirkan masuk ke saluran pernapasan.

Bagaimana bila hidung disumbat dengan daun sirih untuk mengatasi mimisannya?

“Kita harus cari tahu daun sirih yang dipakai itu sudah steril atau belum. Jangan-jangan malah nanti menimbulkan infeksi. Tapi, saya tahu tujuannya memasukkan daun sirih itu intinya untuk menekan pembuluh darah tadi,” jelas dr. Herlina, SpA.

Untuk menekan pendarahan, Herlina justru lebih menyarankan penggunaan kapas untuk menyumbat lubang hidung yang mimisan atau menekan pangkal hidung dengan tangan saja.

Cari tahu pencetusnya

Setelah anak tenang dan pendarahan telah berhenti, orang tua sebaiknya mencari tahu penyebab mimisan.

“Kita harus gali lebih dalam. Pernah, enggak, anak korek-korek hidung sebelumnya atau adakah riwayat alergi dalam keluarga? Kecenderungan alergi memang membuat hidung jauh lebih kering dan gampang menimbulkan pendarahan,” terang Herlina.

Selain itu, Ayah dan Ibu perlu tahu bahwa mimisan biasanya terjadi secara spontan dan dapat berhenti dengan sendirinya. Meski sering menyebabkan ketakutan dan kekhawatiran, menurut IDAI, mimisan jarang menyebabkan hal yang serius.

“Mimisan terjadi pada 60% masyarakat, hanya 6% yang membutuhkan pertolongan medis,” jelas IDAI dalam situsnya.

Pastikan Ayah dan Ibu tenang dulu saat menghadapi anak yang mimisan, ya! Terapkan juga penanganan sederhana yang telah diterangkan tadi. Enggak perlu repot-repot cari daun sirih dulu, kok.

Referensi: Artikel “Mimisan: Kapan Berbahaya?” pada IDAI

(Febi/ Dok. Pixabay)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published.