Active Listening, Trik Parenting ala Lady Diana

By Febi Purnamasari | Published 3rd March 2019

 Active listening alias mendengarkan aktif merupakan teknik parenting yang diwariskan oleh Lady Diana kepada Pangeran William (Dok. Shutterstock)

Apakah kamu pernah memperhatikan gestur Pangeran William atau Duchess of Cambridge Kate Middleton saat berbicara dengan Pangeran George? Yap, keduanya berjongkok saat mendengarkan pangeran berusia empat tahun itu berbicara atau ketika menyampaikan sesuatu padanya. Mantan Presiden ke-44 Amerika Serikat Barrack Obama bahkan ikut melakukannya saat bertemu dengan Pangeran George di Istana Kensigton, Inggris.

Cara ini disebut active listening alias mendengarkan aktif yang merupakan trik parenting ala Lady Diana. Tak heran bila Pangeran William terinspirasi oleh teknik parenting sang Bunda. Dulu, Lady Di juga kerap menerapkan teknik ini pada Pangeran William dan sang adik, Pangeran Harry, lho. Soalnya, active listening punya manfaat besar bagi anak juga orang tua.

Anak lebih mendengarkan orang tua

Menurut para pakar, active listening dapat membantu anak merasa lebih aman dan terkendali. Anak juga akan lebih mendengarkan Ayah atau Ibu. Kalian hanya perlu berjongkok atau berlutut sejajar dengan anak dan membuat kontak mata ketika berbicara padanya.

Saya membuktikannya sendiri, kok. Ketika saya meminta anak melakukan sesuatu dari jauh atau sekadar berdiri di hadapannya, ia tak berkutik, seakan tidak mendengarkan. Tapi, ketika saya berjongkok, menatapnya dalam-dalam, dan berbicara lembut, Si Kecil mau memperhatikan.

Menumbuhkan harga diri anak

Dengan berada sejajar dan membuat kontak mata dengan Si Kecil, Ayah atau Ibu memberikan perhatian penuh padanya. Gestur ini juga menandakan kamu ada buat buah hati.

“Mendengarkan aktif adalah salah satu cara terpenting untuk menyampaikan pesan, ‘Kamu sangat penting bagiku.’ Turunkan tubuh Anda hingga sejajar dengan anak dan buatlah kontak mata,” jelas Pakar Perkembangan Anak Gill Connell dalam bukunya, A Moving Child Is a Learning Child.

Connell melanjutkan, saat melakukannya, orang tua juga menyimak kata demi kata yang disampaikan Si Kecil. Bereaksilah secara positif secara verbal maupun nonverbal seperti mengangguk, tersenyum, atau memeluknya. Tunjukan pula simpati ketika ia mengalami emosi tertentu. Dengan begitu, ia akan merasa dimengerti.

Misalnya, dengan berkata, “Kamu pasti kecewa ya, tidak dapat es krim?” Cara itu juga membantunya memahami bahwa mengalami emosi tertentu adalah hal yang wajar. Dengan membiasakannya, Si Kecil belajar cara memproses berbagai perasaan yang ia miliki di usia dini. Ketika sudah lebih besar, ia akan mampu menyampaikan perasaannya dengan baik seperti berkata, “Aku sedih, Bu…”

“Pesan-pesan sederhana ini akan menumbuhkan harga diri sekaligus mendorong anak untuk berkomunikasi lebih banyak,” tambah Connell.

Memberikan petunjuk bagi orang tua

Tak hanya baik buat Si Kecil, active listening juga memberikan petunjuk pada orang tua. Kepada situs Smart Parenting, Terapis Bahasa Anthony D. Koutsoftas mengungkapkan, orang tua dapat melihat hal-hal yang anak lihat ketika berada sejajar dengannya. Kamu akan belajar hal-hal dari sudut pandang anak sehingga dapat memahami Si Kecil lebih baik lagi.

Selain ikut bersimpati terhadap perasaan anak, Ayah atau Ibu juga bisa menerapkan tips berikut saat melakukan active listening.

Active listening alias mendengarkan aktif merupakan teknik parenting yang diwariskan oleh Lady Diana kepada Pangeran William (Dok. Shutterstock)

Fokus pada anak

Berhentilah dulu dari pekerjaan yang sedang kamu lakukan lalu pusatkan seluruh perhatian pada Si Kecil. Anak tentu merasa tidak diperhatikan kalau kamu berjongkok, tapi sambil memandangi layar smartphone, bukan?

Perhatikan gestur anak

Anak-anak yang masih kecil mengetahui dan mengatakan beberapa patah kata saja. Karena itulah, orang tua perlu memperhatikan baik-baik gestur yang ia tunjukan dan bangunlah pembicaraan berdasarkan pengamatanmu. Jika Si Kecil menunjuk ke arah kulkas, kamu bisa bertanya, “Kamu mau minum?” Lalu, tunggu sampai ia mengangguk atau menggeleng. Tunggu kira-kira sepuluh detik sampai ia memberikan respons. Lanjutkan dengan memberikan pilihan yang ia inginkan seperti air mineral atau susu. Cara ini akan mendorongnya untuk berkomunikasi dan berbicara lebih banyak.

Abaikan salah ucap

Anak balita terkadang salah menyebutkan kata-kata. Ketimbang carannya menyebutkan kata, berfokuslah pada hal yang berusaha ia sampaikan. Sikap tersebut akan membantu Si Kecil merasa percaya diri berbicara denganmu.

Sebut namanya

Sebelum kamu berbicara, sebutlah nama Si Kecil dan buatlah kontak mata untuk menarik perhatiannya. Cara ini membantu anak memahami bahwa kamu sedang berbicara padanya.

Jadi, jika ke depannya anak mencari perhatian Ayah dan Ibu atau kamu ingin Si Kecil mendegarkanmu, berjongkok dan buatlah kontak mata. Cukup sederhana, kan? Apalagi, cara ini dapat meningkatkan harga diri anak dan sudah menjadi trik parenting turun-temurun Keluarga Kerajaan Inggris!

(Febi/ Dok. Shutterstock)

Share This: