Hadiah untuk Ibu yang Merawat Anak Sakit

By Febi Purnamasari | Published 4th March 2019

 Ayah harus memberikan perhatian ekstra kalau ibu lagi ‘dinas’ khusus seperti merawat anak yang sakit (Dok. Shutterstock)

Siapakah sosok yang siaga merawat si kecil ketika sakit selama 24 jam? Ibu pastinya. Nah, para Ayah harus memberikan perhatian ekstra kalau ibu lagi ‘dinas’ khusus seperti ini. Dengan memberikan dan mengingatkan hal-hal sederhana seperti di bawah ini, ibu akan lebih semangat lagi menjalankan tugas mulianya. Berikut hadiah untuk ibu yang merawat anak sakit.

Jajanan favorit

Biarkan ibu menghibur dirinya sejenak dengan jajan. Apalagi, kesibukan merawat anak yang sakit menyulitkannya untuk bisa memasak makanan di rumah. Ayah bisa membelikan makanan yang ibu inginkan atau memanfaatkan layanan pesan antar makanan aplikasi ojek online. Sebungkus nasi padang, martabak, atau semangkuk es kepal viral bakal membuat senyuman manis tersungging di wajah ibu.

Kopi

Ibu yang merawat anak sakit rentan letih dan dilanda bad mood. Secangkir kopi susu hangat atau segelas es kopi bisa memperbaiki suasana hatinya. Kandungan kafein dan cita rasanya yang menggoyang lidah bakal membuat istri lebih berenergi juga bersemangat. Jadi, Ayah bisa nih, membuatkan atau membelikan kopi favorit ibu. Tapi ingat, jangan kebanyakan, ya.

Waktu untuk mandi

Salah satu kecenderungan ibu yang lagi fokus merawat anak sakit adalah lupa atau tak sempat mandi. Padahal, ia bisa memperbaiki suasana hatinya dengan mandi, lho. Ayah pun bisa memberikan kesempatan mandi pada ibu dengan membantunya menjaga si kecil sejenak.

Kesempatan untuk tidur cukup

Tak jarang, ibu harus begadang karena menangani anak sakit yang sedang rewel. Berikan kesempatan beristirahat pada istri sampai ia cukup berenergi untuk kembali menangani anak yang sakit. Ingatkan ia juga untuk ikut beristirahat saat buah hati sudah terlelap.

Vitamin

Vitamin selalu menjadi andalan saya ketika menghadapi anak sakit. Soalnya, tingginya frekuensi menggendong dan kecenderungan lupa makan terkadang melemahkan daya tahan tubuh. Belum lagi, risiko penularan penyakit dari anak karena saya terus-menerus bersinggungan dengannya. Biasanya saya mengonsumsi vitamin C atau suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tetap strong. Karena itulah, Ayah perlu mengingatkan ibu untuk rutin mengonsumsi vitamin atau suplemen. Kalau memungkinkan, bawakan langsung vitamin dan segelas air putih untuknya.

Pijat

Jika Ayah dapat membantu menjaga anak yang sakit, tak ada salahnya memanggil terapis pijat ke rumah untuk ibu. Frekuensi mondar-mandir dan menggendong selama anak sakit tentu membuat otot-otot tubuh menjadi tegang. Dengan menikmati pijatan, badan istri pun lebih fit dan ia bisa tetap ‘waras.’

Kalau belum memungkinkan untuk memanggil terapis, kamu bisa memijat bahu atau kakinya.

Pelukan dan ciuman penyemangat

Pelukan dapat melepaskan hormon oksitosin yang membuat kita merasa hangat dan tenang. Karena itulah, Ayah harus sering-sering peluk dan cium istri saat ia merawat anak sakit berhari-hari. Jangan lupa puji dan hargai secara langsung jerih payahnya selama ini. Ingatkan bahwa dedikasinya akan membuahkan pahala terlebih bila dilakukan selama bulan Ramadan. Dengan begitu, istri bisa menjadi lebih semangat lagi menjalankan tanggung jawabnya.

(Febi/ Dok. Shutterstock)

Share This: