Parents, kadang kita sampai overthinking soal anak yang bisa atau tidak ya menjaga etikanya saat Lebaran, terutama saat berkunjung ke rumah orang lain atau saudara.
Sudah kita brief nih…tapi begitu sampai target lokasi…malah keluar dari brief jauh sekali. Misalnya, tiba-tiba anak main lari-larian di dalam rumah, atau di luar rumah sampai ke rumah tetangga lainnya.
Bingung ya Parents bagaimana kita mengajarkannya?
Dilansir dari Kompas, Certified Positive Discipline Parents Damar Wahyu Wijayanti punya beberapa tips untuk kita agar bisa mengajarkan anak etika atau menjaga sikap saat berkunjung ke rumah saudara di momen Lebaran nanti.
Untuk selengkapnya, sila simak bahasan kali ini sampai tuntas ya Parents!
Jelaskan Arti Silaturahmi
Untuk anak usia sekitaran tujuh tahun, Parents sudah bisa memberitahu arti silaturahmi secara bertahap. Artinya secara bertahap, Parents bisa perlahan menjelaskan secara detil tentang silaturahmi.
Mulai dari artinya, tujuannya, sampai bagaimana etika atau manner saat berkunjung ke rumah saudara sebagai bentuk silaturahmi tersebut.
Untuk usia sekitaran tujuh tahun, anak dinilai sudah bisa memahami konteks silaturahmi, sehingga harapannya, anak bisa mengikuti aturan atau adab saat melakukan bentuk komunikasi tersebut.
Mengingatkan Secara Berkala
Masih berkaitan dengan cara pertama, memberitahu anak tidak bisa langsung semuanya kita tumpahkan ya Parents, dan kita percaya begitu saja dan tidak mengingatkan lagi.
Salah satu cara untuk memupuk anak soal mengetahui etika berkunjung di momen Lebaran adalah mengingatkan secara berkala. Menurut mba Damar, kita bisa kembali jelaskan soal apa yang boleh dilakukan atau yang tidak dilakukan, lalu kita memberitahunya berkali-kali.
Tentunya, dengan nada bicara yang tidak memerintah begitu saja ya Parents. Perlahan saja tapi berkala.
Menghargai Makanan
Nah, bagian ini lumayan krusial nih Parents. Salah satu hal yang bisa menarik banyak perhatian adalah makanan yang dipajang, seperti aneka kue Lebaran.
Biasanya, anak-anak akan mudah didapatkan perhatiannya di kue-kue yang warna-warni atau yang bentuknya unik.
Begitu diambil oleh anak, mereka belum selesai makan yang satu, mereka sudah mau ambil lagi yang lain.
Parents, kondisi seperti ini, menurut mba Damar, bisa dibiasakan atau diajarkan dari rumah. Sejak dini, kita bisa ajarkan anak untuk disiplin menghabiskan dulu makanan yang diambil pertama, boleh mengambil lagi yang lain jika yang sebelumnya sudah habis.
Segalanya Mulai dari Rumah
Berdasarkan beberapa cara-cara yang sudah disebutkan di atas, menurut mba Damar, semuanya bisa berawal dari rumah.
Artinya begini Parents, soal adab, etika, aturan, atau manner tidak hanya perlu diterapkan saat mau silaturahmi saja, tetapi juga sudah diterapkan sejak awal dari rumah.
Di rumah pun seharusnya ada aturan soal etika yang jelas, sehingga anak, tidak perlu menunggu momen silaturahmi terlebih dahulu untuk tahu soal etika berada di rumah.
Jadi seperti itu Parents. Segalanya memang bisa dimulai dari rumah. Apalagi soal etika atau manner, bahkan anak-anak harusnya bisa mencontoh Parents sebagai orang tuanya. Artinya, Parents pun perlu tahu dan menerapkan etika atau aturan-aturan yang diajarkan ke anak terlebih dahulu.